Virus Corona Nyaris Buat Maskapai Penerbangan di Inggris Gulung Tikar

Abadikini.com, JAKARTA – Flybe, salah satu maskapai raksasa Inggris memangkas 2.000 karyawannya kurang dari dua bulan setelah pemerintah memutuskan langkah penyelamatan. Dampak dari virus corona ke perjalanan udara membuat maskapai ini terdampak.

Chief Executive Flybe, Mark Anderson mengatakan United Kingdom (UK) kehilangan satu aset penting sebab Flybe selama ini menjadi tulang punggung dari industri penerbangan selama empat dekade.

“Perusahaan telah melakukan segala upaya yang mungkin untuk menghindari keruntuhan tetapi tidak mampu mengatasi secara signifikan,” ujar Anderson dikutip dari The Guardian, Senin (9/3/2020).

Flybe adalah maskapai terbesar kedua yang bangkrut selama enam bulan setelah Thomas Cook dan Monarch yang juga bangkrut September lalu. Pnjabat penerbangan nasional UK, Oliver Richardos mengatakan pemerintah harus mengambil langkah untuk mempelajari dari pengalaman runtuhnya Thomas Cook dan Monarch.

“Ekonomi Inggris sangat tergantung pada jaringan maskapai penerbangan dan bandara regional yang layak dan didukung. Pemerintah pusat tidak mendukung dan memelihara ini, khususunya kita berurusan dengan virus Covid-19 dan perubahan yang akan datang dengan Brexit, tidak membantu dan tidak bertanggung jawab,” tambah Oliver.

Sebelumnya Flybe sudah mengalami permasalahan dalam kenaikan harga bahan bakar. Akuntan administrasi Flybe menyatakan bahwa virus corona memperburuk keuangan industri travel selama beberapa minggu.

Flybe telah berjuang untuk menyeimbangkan pembukuan keuangannya, meskipun ada rencana pemotongan biaya dan sudah melaporkan kerugian sekitar 20 juta euro.

Kecemasan publik dan pembatasan perjalanan bisnis akibat wabah korona virus memaksa maskapai di seluruh dunia untuk berhemat dalam menghadapi penurunan pemesanan dan Flybe juga mengalami hal buruk dari penurunan permintaan.

Sumber Berita
detik finance
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close