Video Kericuhan Kader Gerindra Viral, Andre Rosiade Merasa Digoreng

Abadikini.com, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade beranggapan, beredarnya video kericuhan kader Partai Gerindra di Twitter, lantaran ada pihak-pihak yang tidak menyukainya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) itu menjelaskan, kejadian yang tersiar dalam video berdurasi 2 menit 14 detik itu tidak berlangsung lama.

Persoalan itu, kata dia, muncul karena adanya miskomunikasi antara Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bukittinggi dengan salah seorang tamu yang hadir di tempat lokasi tersebut.

“Itu acara dialog dengan warga pedagang pasar. Kita lagi dialog tiba-tiba sekretaris DPC ini datang mengklarifikasi ada salah satu peserta di sana,” kata Andre Rosiade di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020.

Menurutnya, ada seseorang yang berniat buruk kepadanya, sehingga rekaman audio visual tersebut beredar luas di media sosial.

“Jadi mungkin ada yang khawatir karena viral-nya. Mungkin ada yang enggak senang ‘ini coba dibikin isu baru’ padahal video itu 2 menit 20 detik kan,” kata dia.

Mengutip dari Tagar, Andre enggan memungkiri perbedaan pendapat memang sering terjadi. Namun, dia menduga terdapat pihak yang sengaja membuat situasi semakin rumit dengan menyebarkan video itu.

Padahal, kata dia, tak lama usai keributan itu pecah, acara kembali dilanjutkan.

“Tapi digoreng sedemikian rupa seolah-olah ada keributan. Videonya juga berapa menit, hanya dua menit doang kan? Dan ramainya itu hanya 5 menit dan duduk salaman sudah selesai,” kata dia.

Andre menjelaskan kehadirannya di sana adalah untuk menandatangani kontrak politik dengan para pedagang. Namun, dalam dialog itu ada silang pendapat antara tamu dengan Sekretaris DPC Gerindra Bukittinggi.

“Ada sekretaris DPC Bukittinggi, kita lagi dialog dengan warga di Bukittinggi. Sekretaris DPC tiba-tiba datang dan bertanya dengan kader Gerindra yang lain soal isu sesuatu. Itu enggak acara Gerindra Sumbar. Itu dialog saya dengan para pedagang pasar,” ucap Andre.

Kemudian, kontrak politik antara Andre dan pedagang diyakini bakalan viral, hal itu yang lantas membuat penyebar video berniat memperkeruh suasana.

Tak hanya itu, dia berpandangan, baiknya kinerja Partai Gerindra di Sumbar membuat para lawan politiknya semakin tidak menyenangi dirinya.

“Menurut saya ini saja sengaja menggoreng, karena memang kinerja Gerindra di Sumbar begitu luar biasa. Apalagi kami datang ke Bukittinggi dalam rangka menandatangani kontrak politik dengan para pedagang pasar. Mungkin ada yang enggak suka, karena ini kontrak politik itu viral,” katanya.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB itu, kata Andre, berakhir dengan bersalam-salaman. Mengenai kontrak politik yang ditandatangani bersama para pedagang pasar, apabila melanggar, maka Andre siap mengundurkan diri dari DPD Gerindra Sumbar.

“Ada miskomunikasi, ramai sedikit sudah itu selesai. Dua jam kemudian berjalan acara itu, sudah langsung selesai dan diakhiri dengan tandatangan kontrak politik antara saya dan pedagang pasar. Saya berjanji kalau itu enggak sesuai akan mengundurkan diri dari ketua DPD Gerindra,” kata Andre Rosiade.

Baca Juga

Back to top button