Legislator PBB Jatim Ini Tuntut Gubernur Khofifah Segera Serahkan Salinan APBD 2020

Abadikini.com, SURABAYA – Mathur Husyairi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Bulan Bintang (PBB) mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Sekdaprov agar segera menyerahkan dokumen APBD 2020 kepada DPRD.

Pasalnya, sampai saat ini sudah memasuki bulan Maret tahun 2020, dokumen APBD yang sudah di sahkan pada November 2019 itu belum juga sampai di meja DPRD Jatim. Untuk itu, Legislator PBB Jatim ini menuntut kepada Gubernur dan Sekda Provinsi segera serahkan salinan APBD 2020 itu.

“Saya tetap menuntut kepada Gubernur dan bagian administrasikan Sekda Provinsi segeralah serahkan dokumen itu, karena inikan juga hak Dewan dan juga hak publik, itu bukan rahasia lagi sudah,” kata Mathur saat di hubungi Abadikini.com, Sabtu (7/3/2020).

Mathur menuding, Jargon CETTAR Khofifah yang selama ini selalu di gembar-gemborkan terkait dengan keterbukaan informasi itu bohong semua.

“Saya tetap meminta pemprov lebih teransparan karena Khofifah inikan punya jargon CETTAR itukan, salah satunya adalah transparansi keterbukaan informasi kenapa ini tidak dilakukan, berartikan bohong aja, itu, lipservice aja itu,” ujarnya.

Mathur menduga, sepertinya ada unsur kesengajaan dari eksekutif agar dokumen APBD 2020 menjadi dokumen terbatas dan rahasia. Sebab, dia sudah berusaha untuk mendapatkan dokumen APBD 2020, namun selalu gagal. Bahkan ia mengaku mendapat informasi, bahwa selama ini memang DPRD Jatim tak pernah dikasih Dokumen APBD yang telah ditetapkan dan disahkan itu.

“Jadi selama ini dewan hanya pegang Rancangan APBD bukan APBD yang telah disahkan. Ini menjadi preseden buruk di era keterbukaan informasi publik dan transparansi anggaran,” tegasnya.

“Sampai sekarang juga belum di serahkan maunya Gubernur dan Sekdaprov ini apa. Inikan menunjukkan sebuah preseden buruk di Jawa Timur APBD yang sudah di sahkan bersama menjadi barang yang sulit di peroleh oleh anggota dewan bagaimana dengan masyarakat biasa,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close