Asteroid ‘Jumbo’ akan Lintasi Bumi Pada April 2020

Abadikini.com, JAKARTA – Badan Antariksa Amerika (NASA) menyebut asteroid berukuran lebar sekitar 1,7-4 kilometer akan melewati orbit Bumi pada 29 April 2020.

Menurut NASA, asteroid yang diberi nama 52768 (1998 OR2) tidak akan menghantam Bumi. Asteroid 52768 (1998 OR2) pertama kali ditemukan pada 1998. Tim NEAT (Near-Earth Asteroid Tracking) juga menemukan satu lagi asteroid yang diberi nama 52768 (1998 OH) di tahun yang sama.

Namun Asteroid 1998 OR2 yang diyakini akan mendekati bumi.

NEAT memperkirakan kecepatan asteroid 1998 OR2 saat melintas bumi dengan kecepatan sekitar 31 ribu km per jam.

“Ini menunjukkan bahwa upaya kami untuk menemukan benda dekat Bumi membuahkan hasil,” kata Manajer Proyek NEAT (Near-Earth Asteroid Tracking), Steven Pravdo dikutip dari situs web NASA.

Menurut Pravdo, asteroid 1998 OR2 dan 1998 OH masuk jajaran benda langit yang berpotensi ‘membahayakan’ karena melintas dekat orbit Bumi. Namun, belum ada kajian lebih lanjut terkait hal ini.

Nantinya pengamatan asteroid 1998 OR2 dan 1998 OH menggunakan teleskop berukuran 61 sentimeter di Table Mountain Facility Jet Propulsion Laboratory, California. Hal ini dilakukan untuk melihat apa saja benda langit dekat Bumi, bagaimana mereka mengorbit dan komposisi materialnya.

Selain itu, Pravdo dan jajarannya menggunakan kamera jenis charge-coupled device (CCD) berukuran besar dan bakal dipasang pada teleskop yang dioperasikan oleh Angkatan Udara di puncak Gunung Haleakela, Hawaii dengan ketinggian 3.000 meter.

“Peralatan kami yang sudah diperbarui dapat mempercepat pemrosesan data, yang memungkinkan kami menganalisis hingga 40 gigabytes data setiap malam, atau setara dengan 1.200 gambar langit,” kata Pravdo.

Selain melacak objek dekat Bumi yang dapat menimbulkan ancaman, NASA dan lembaga antariksa lainnya diketahui tengah mempelajari bagaimana menghindari tabrakan antara asteroid dan Bumi, seperti dikutip CNN.

Demi melancarkan misi tersebut, NASA membangun sebuah observatorium yang terletak di Cerro Pachon, Chili.

Sumber Berita
CNN Indonesdia
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close