Anggota DPRD Meninggal, PBB Dompu Kehilangan Salah Satu Sosok Pejuang Partai

Abadikini.com, DOMPU – Keluarga besar DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabuapten Dombu, NTB, berduka atas berpulang ke rahmatullah saudara Dahlan anggota DPRD PBB, Selasa (3/3/2010) pagi. Almarhum meninggal dunia diduga karena keracunan setelah mengkonsumsi susu putih.

Ketua DPC PBB Dompu Syafrudin (GuruDin) menilai almarhum adalah seorang sosok yang sederhana, santun dan selalu taat baik dalam menjalankan perintah agama dan juga kegiatan partai.

“Luar biasa almarhum seorang sosok yang santun, sederhana dan selalu taat pada perintah agama dan perintah partai,” kata Syafrudin kepada Abadikini.com di rumah duka, Selasa (3/3).

Menurut Syafrudin, DPC PBB Dompu sangat merasa kehilangan salah satu tokoh pejuang partai di Kabupaten Dompu.

Dia mendokan semoga almarhum diterima seluruh amal ibadahnya oleh Allah SWT dan berharap semoga keluarga yang di tinggalkan almahum diberi ketabahan.

“Semoga amal ibadah almarhum semasa hidup diterima Allah SWT dan muda-mudahan keluarga yang di tinggalkan dapat tabah dan ikhlas menghadapi cobaan dengan meninggalnya almarhum ini, Insya Allah, Aamiin,” harapnya.

Rumah duka almarhum Dahlan Anggota DPRD PBB Dompu. Foto: Istimewa

Diketahui sebelumnya, almarhum Dahlan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Dompu meninggal dunia diduga keracunan setelah mengkonsumsi susu putih. Dahlan meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas.

Dahlan dilarikan ke puskesmas karena mengalami mual-mual dan muntah usai minum susu di rumahnya di Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, NTB.

“Sebelum meninggal, almarhum minum susu. Karenanya, diperkirakan dia keracunan susu,” ungkap salah seorang kerabat Dahlan, Husein, kepada wartawan di rumah duka, Selasa (3/3).

Husein mengatakan, Dahlan memang terbiasa minum susu di setiap pagi. Namun pada pagi tadi, usai minum susu setelah sarapan pagi Dahlan merasa mual dan muntah. Dia sempat meminta istrinya untuk memijit tengkuk lehernya yang terasa pegal.

“Almarhum hanya muntah sekali saja. Sempat diantar ke Puskesmas Manggelewa untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, paramedis tidak bisa berbuat apa-apa karena sebelum tiba di puskesmas, almarhum sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir,” cerita Husein.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close