Anies: Jumlah Pengungsi Banjir 12 hingga 15 Ribu dan 345 Sekolah Terendam

Abadikini.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengungsi saat ini mencapai 15 ribu orang akibat banjir Jakarta pada Selasa (25/2/2020). Dia menyebut ribuan orang tersebut tersebar di 74 lokasi pengungsian.

“Jumlah pengungsi tidak fiks karena mereka datang dan pergi. Berkisar 12 ribu hingga 15 ribu. Dinas Sosial menyiapkan makanan yang cukup untuk semuanya,” kata Anies di pintu air Manggarai.

Untuk layanan kesehatan, Anies menyebut masyarakat dapat menerima pengobatan secara gratis. Pos-pos kesehatan juga diadakan di setiap wilayah pengungsian.

“Yang saya sebut tadi ada 74, 49 dikelola Pemprov kemudian ada 25 yang dikelola masyarakat. Semua pelayanan layanan kesehatan gratis,” papar dia.

Sementara itu, saat ini jumlah wilayah yang terendam banjir susah mengalami penurunan. “Jumlah RW yang tergenang ada 294, sore ini masih ada 236 yang tergenang,” jelasnya.

345 Sekolah di Jakarta Terdampak Banjir

Anies Baswedan mengatakan untuk ruang akademis, tercatat sejauh ini ada 345 sekolah di Ibu Kota yang terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi.

“Untuk sekolah yang hari ini terdampak ada 375 sekolah kira-kira 4,7 persen dari total sekolah yang ada di Jakarta,” kata Anies.

Menurut Anies, air tampak berangsur surut sejak puncaknya permukaan laut pukul 11.00 WIB siang hingga pukul 19.00 WIB malam ini. Pemprov DKI pun tetap terus bekerja mengalihkan air ke laut lantaran lewat pukul 19.00 WIB, air laut kembali pasang.

“Jadi ditentukan pada sore ini (libur tidaknya sekolah). Berbeda-beda. Ada yang terkena hanya 20 cm ada yang tinggi. Malam ini akan ada data akhir dan dari situ akan ditentukan,” jelas dia.

Selain memantau pergerakan cuaca dan air laut, lanjut Anies, pihaknya juga merumuskan pengendalian air. Masuk pagi nanti yakni Rabu 26 Februari 2020, dia akan menentukan perlu tidaknya pembukaan pintu-pintu air.

“Makanya saya tadi mengecek di Pintu Air Karet. Oleh karena itu kita buka posko di Pintu Air Manggarai agar dekat dengan pos pemantauan. Kedua juga kita mudah berkumpul semuanya,” jelas Anies.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close