Tak Lengserkan Ahok, Marwan Batu Bara ke Erick Thohir: Apakah Bapak Mau Ikut Menipu Publik?

Abadikini.com, JAKARTA – Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara membuat surat terbuka kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Senin (24/2/2020) kemarin.

Surat itu berisi desakan pada Erick agar segera melengserkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Surat tersebut dibuat Marwan menanggapi pembelaan Erick terhadap Ahok yang oleh massa aksi 212 pada Jumat 21 Februari didesak mundur dari jabatannya. Marwan sendiri ikut aksi tersebut dan memberikan orasi.

“Kami meminta agar Bapak segera melakukan pelengseran tersebut, karena yang bersangkutan terlibat dalam berbagai kasus dugaan korupsi seperti telah kami laporkan kepada KPK pada 19 Juli 2017,” tulis Marwan dalam surat terbuka itu.

Marwan menyebutkan bahwa Ahok bisa bebas dari jeratan hukum di kasus korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras karena dilindungi KPK dengan menyatakan tidak ada niat jahat atau mens rhea dari Ahok. Sebab alat-alat bukti tindak pidana korupsi (tipikornya) sudah lebih dari cukup sebagaimana dipersyaratkan.

Adapun dalam kasus Simpang Susun Semanggi dan dana CSR, Ahok dengan leluasa menggunakan dana publik secara off-budget yang jelas-jelas melanggar UU No.17/2003, UU No.1/2004, UU No.30/2014 dan PP No.58/2005.

“Bagaimana mungkin Bapak membiarkan BUMN milik rakyat dikelola oleh orang yang biasa melanggar prinsip-prinsip GCG dan melanggar sekian banyak UU, sementara yang bersangkutan menipu publik dengan menyatakan hal tersebut sebagai keberhasilan? Apakah Bapak ingin ikut-ikutan pula menipu publik?” tulis Marwan lagi.

Marwan lantas mengingatkan Erick bunyi alinea ke-4 Pembukaan UUD1945 bahwa Pemerintah antara lain berkewajiban untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu ia meminta Erick menghindarkan pernyataan dan modus-modus yang justru membodohi rakyat.

“Kami persilahkan Bapak membaca dan meresapi ringkasan 7 atau 8 dugaan kasus korupsi Ahok yang pernah kami buat. Akhirnya, kami meminta agar Kementrian BUMN segera melengserkan Ahok dari posisi Komut Pertamina,” begitu bunyi surat terbuka Marwan.

Sumber Berita
Katta.id
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close