Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Sebut Seluruh Daerah Pemilihan Gubernur Rawan Tinggi

Abadikini.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Hasil analisis Tim Bawaslu menunjukkan bahwa Pemilihan Gubernur (Pilgub) di sembilan daerah berkategori rawan tinggi. Skor rata-rata kerawanan di daerah ber-Pilgub yakni 73,8 persen.

“Jadi, dari sembilan provinsi yang menyelenggarakan Pilgub, rata-rata skornya 73,8. Ini masuk kategori tinggi, yang berarti hampir seluruh indikator kerawanan berpotensi terjadi,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, pada acara peluncuran IKP di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat.

Secara rinci, skor kerawanan Sulawesi Utara adalah 86,42. Sulawesi tengah, 81,05. Sumatera Barat, 80,86. Jambi, 73,69. Bengkulu, 72,08. Kalimantan Tengah, 70,08. Kalimantan Selatan, 69,70. Kepulauan Riau, 67,43. Kalimantan Utara, 62,87.

Terdapat empat dimensi dan 15 subdimensi yang menjadi indikator kerawanan Pilkada 2020. Pertama, dimensi sosial dan politik dengan subdimensi keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara pemilu, otoritas penyelenggara negara, dan relasi kuasa di tingkat lokal. Kedua, dimensi pemilu yang bebas dan adil, subdimensi hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi keberatan pemilu, dan pengawasan pemilu. Ketiga, dimensi kontestasi, subdimensi hak politik, proses pencalonan, dan kampanye calon; Keempat, dimensi partisipasi, subdimensi partisipasi pemilih, partisipasi partai politik, dan partisipasi publik.

Tingginya tingkat kerawanan di seluruh daerah Pilgub, diharapkan Bawaslu dapat meningkatkan kewaspadaan penyelenggara pemilu, partai politik, bakal calon, pemilih, serta aparat keamanan. Kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) misalnya, Bawaslu mendorong agar meningkatkan pelayanan, terutama pada tahap pencalonan dan pemutakhiran data pemilih. KPU dan partai politik juga diminta giat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi di dalam Pilgub, sembari memberikan pendidikan politik.

“Semuanya kan dalam kategori rawan tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan pelanggaran dan pengawasan maksimal yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Pemerintah daerah juga pusat kami rasa perlu mengintensifkan forum-forum komunikasi di daerah, juga forumkerukunan antar umat beragama, karena komunikasi sangat penting untuk konsolidasi dan dalam rangka mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Abhan.

Beda dengan kondisi Pilgub, rata-rata daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Bupati atau Wali Kota berkategori rawan sedang. Skor rata-rata kerawanan yakni 51,65. Meski demikian, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Kabupaen Mamuju, Sulawesi Barat, skor kerawanan mencapai 80,89 atau berkategori tinggi.

Sumber Berita
rumahpemilu
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close