Marak Penipuan Investasi Bodong Sapi Perah, Begini Modusnya

Abadikini.com, JAKARTA – Sekitar 1.260 warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menjadi korban investasi bodong sapi perah yang kasusnya juga tengah ditangani Polres Ponorogo, Jawa Timur. Sejauh ini praktik investasi bodong sapi telah menyeret dua tersangka.

Kuasa hukum korban investasi bodong asal Kampar, Polman Sinaga, mengatakan para kliennya itu telah melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

“Kami ingin Polda Riau memproses laporan kami dan uang klien kami dapat dikembalikan,” ucap Polman seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/2/2020).

Dia mengatakan seribuan lebih warga Kampar yang mayoritas berasal dari Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tapung itu mengalami kerugian hingga ratusan juta Rupiah akibat investasi yang berlangsung sejak 2017 itu.

Dalam laporannya, warga turut menyebutkan tiga nama yang diduga paling bertanggung jawab dalam dugaan investasi bodong tersebut. Mereka adalah AP, R dan RH, yang tidak lain merupakan petinggi CV Jaya Manunggal Mandiri.

CV tersebut, kata Polman, berafiliasi dengan CV Tri Manunggal Jaya yang kini tengah terseret hukum investasi bodong di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Modus Penipuan Investasi Sapi Versi Korban

Polman menjelaskan modus investasi itu adalah dengan menawarkan korban beberapa jenis paket penggemukan sapi dengan nominal Rp17 juta. Para korban bisa membeli satu paket atau bahkan ratusan paket dengan iming-iming penghasilan per bulan Rp2 juta setiap paket.

“Korban dijanjikan satu ekor sapi nilainya setara dengan Rp17 juta dengan iming-iming setiap bulannya akan menerima pendapatan Rp2.250.000,” ungkap Polman.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmadi mengatakan telah menerima laporan itu dan kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close