Kutuk Keras Teror Masjid Raya London, Wasekjen PBB Sebut Islamophobia Kian Radikal dan Ekstrim

Abadikini.com, JAKARTA – Seorang Muadzin berusia 70 tahun ditikam oleh seorang pemuda kulit putih berusia 29 tahun saat kumandangkan adzan di Masjid Raya London sekitar pukul 15.10 waktu setempat pada Kamis (20/2/2020).

Wakil Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Solihin Pure mengutuk keras peristiwa tersebut sebagaimana diungkapkannya kepada Abadikini melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/2/2020) pagi.

Menurut Pure, tragedi penyerangan di Masjid Raya London bukan sekadar aksi kriminal biasa namun merupakan sebuah serangan teror yang keji.

Lanjut dia, terorisme dapat dilakukan oleh siapa saja dan menyerang siapa saja tanpa diidentikkan dengan kelompok tertentu.

“Narasi global selalu memojokkan Islam sebagai agama teror, buktinya tragedi Masjid Raya London umat Islam yang jadi korban dan ini bukan playing victim,” ungkap Pure.

Ia menjelaskan, narasi-narasi global yang memframing Islam sebagai agama teror telah menimbulkan ekspresi dan reaksi Islamophobia publik yang kian radikal dan ekstrim.

Bahkan, kata pure, intimidasi dan teror telah nyata dialamatkan ke umat Islam yang tidak berdosa.

Pure menambahkan, tragedi Masjid Raya London adalah momentum strategis kontra opini atas narasi global yang selalu memojokkan umat Islam sebagai aktor pesakitan dalam perang terorisme internasional.

Terakhir, Pure mengajak umat Islam Indonesia untuk merespon tragedi Masjid Raya London melalui akun media sosial masing-masing sebagai ungkapan rasa simpati kita sekaligus mengutuk keras serangan teror tersebut.

“Ayo, ringankan jari untuk ungkapkan rasa simpati kita atas serangan teror di Masjid Raya London dan Insya Allah jadi ladang amal di hari Jumat berkah ini,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close