PKS Tak Setuju Prabowo Subianto Dapat Predikat Menteri Paling Baik dan Populer

Abadikini.com, JAKARTA – Survei Indo Barometer tentang Prabowo Subianto mendapat predikat menteri kinerja paling baik dan menteri terpopuler rupanya menuai polemik di lingkaran partai politik. Banyak partai politik yang sepakat dengan hasil survei dan ada juga yang tidak. Seperti apa pandangan mereka?

Indo Barometer merilis survei terkait pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satu hasilnya adalah Menhan Prabowo Subianto memperoleh persentase tertinggi di kategori ‘menteri paling dikenal publik’ dan di kategori ‘menteri yang kinerjanya bagus’.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden pada 9-15 Januari 2020. Adapun teknik pengumpulan data berupa wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error sebesar 2,83 persen.

Respons pertama disampaikan oleh Partai Gerindra, melalui Wakil Ketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Dasco mengaku bersyukur lantaran Ketumnya mendapat predikat menteri terpopuler dan menteri berkinerja baik.

Meski begitu, Dasco menilai Prabowo mendapat predikat itu juga dikarenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dasco menyebut di setiap langkah Prabowo bekerja itu selalu mengikuti saran dan arahan Jokowi, karena bekerja sesuai dengan visi-misi pemerintahan Jokowi.

Respons positif juga disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md, Mahfud mengaku sepakat dengan hasil survei Indo Barometer yang menyebut Prabowo berkinerja baik.

“Prabowo memang bagus,” singkat Mahfud di Hotel Bidakara Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

PDIP, yang merupakan partai pengusung Presiden Joko Widodo juga bersyukur Prabowo menjadi predikat. Tidak lupa, PDIP juga memuji kinerja Presiden Jokowi karena telah menempatkan sosok yang tepat untuk pertahanan Indonesia.

“Kita senang kinerja Pak Prabowo bagus dan berarti Pak Jokowi orang yang selalu, yang tepat, the right man and the right place. Dia menempatkan orang-orang itu benar. Orang kan ada sinisme kenapa Pak Prabowo ngurusin pertahanan, jadi Menteri Pertahanan. Kan terjawab pelan-pelan,” kata politikus PDIP Trimedya Panjaitan.

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin juga mengapresiasi Prabowo, dia bangga Prabowo yang tadinya oposisi kini di pemerintahan dan mendapat predikat bagus pula. “Kan malah bagus, yang tadinya oposisi kemudian menjadi koalisi dan jadi (menteri) yang terbaik, bagus. Apresiasi tinggi,” kata Azis.

PKB melalui Ketua DPP-nya Daniel Johan, juga turut senang dengan Prabowo yang mendapat predikat menteri terbaik. Dia juga memberi pesan kepada Prabowo, dia berpesan agar Prabowo tidak berpuas diri.

“Iya (Prabowo) pantas, tapi namanya survei jangan dianggap terlalu serius, kalau hasilnya baik jangan buat mudah berpuas diri, kalau hasilnya kurang baik bisa dijadikan masukan untuk memperbaiki,” ujarnya.

Tak Hanya Sambutan Positif, Beberapa Pihak Juga Ada yang Tak Setuju Hasil Survei

Hal itu pertama dilontarkan oleh Partai NasDem yang mengaku tidak sepakat dengan hasil survei itu. Menurutnya yang cocok menyandang predikat menteri terbaik adalah Erick Thohir dan Syahrul Yasin Limpo.

“Terus terang saya tidak melihat hasil kinerja para menteri tersebut dalam fakta implementasi kecuali fakta kinerja baik Erick Tohir dan Syahrul Yasin Limpo,” ujar Irma lewat pesan singkat, Senin (17/2/2020).

Selain itu, ada juga Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dia menilai ukuran Menhan berkinerja baik itu bisa diukur dari permasalahan Natuna dan China yang sempat menuai polemik. Menurutnya Prabowo bisa dikatakan berhasil menjadi menteri jika bisa menuntaskan masalah kedaulatan Indonesia.

“Untuk Pak Prabowo, publik bisa lihat nanti salah satu ukuran sederhana apakah kasus Natuna bisa selesai dengan tuntas. Karena itu urusan kedaulatan menjaga ZEE (zona ekonomi eksklusif) kita,” ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Ahad (16/2/2020).

Sumber Berita
detikcom
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close