KPI Vs Hotman Paris, Hotman Paris Show Diprotes, Warganet Malah Kesal

Warganet menilai, sanksi dari KPI bisa membuat orang-orang malas nonton tv.

Abadikini.com, JAKARTA – Progam talkshow “Hotman Paris Show” mendapat sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI menilai program yang dipandu pengacara kondang Hotman Paris itu melanggar norma kesopanan.

Dalam keterangan di situs resminya, KPI memberi sanksi karena Hotman Paris sebagai pembawa caara memegang dan merangkul pinggang seorang wanita dalam siaran. Adegan seperti ini dinilai tidak pantas dilakukan karena menimbulkan persepsi negatif.

“Apa yang dilakukan pembawa acara tidak sesuai dengan nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Ada hal-hal yang membatasi ketika seseorang berkomunikasi dalam ruang publik apalagi acara tersebut diklasifikasikan R-BO yang tentunya di tonton oleh remaja bahkan anak-anak,” kata Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo.

Hotman Paris Show / Suara / iNewsTV

“Aduan masyarakat juga banyak dikirimkan ke kontak aduan KPI terkait sikap host terhadap beberapa tamu narasumber yang dianggap oleh masyarakat kurang patut. Perlu diingat ada kewajiban lembaga penyiaran untuk memperhatikan dan melindungi mereka, anak dan remaja tersebut,” jelas Mulyo.

Tapi rupanya, sanksi itu tak sepenuhnya mendapat dukungan dari warganet. Warganet menilai, sanski yang diberikan KPI terlalu dipaksakan dan tak melihat esensi tayangan.

Salah satu yang berkomentar adalah akun @mardia_tan. Akun tersebut menilai sanksi yang diberikan KPI bisa membuat masyarakat enggan menonton televisi.

Ahh kebanyakan teguran tapi nggak perhatikan esensi tayangan dan banyaknya sensor. Penonton bioskop dan penonton tv itu jangan dibeda-bedakan pak. Nggak semua orang bisa nonton di bioskop. Capek nonton teve kalau banyak banget yang disensor. Sudah banyakan iklannya sama durasi film nya. Gimana mau mendukung film Indonesia kalau tayangan di teve jadi berkurang kualitasnya gara-gara sensor,” tulis akun @mardia_tan.

KPI sendiri sempat membalas komentar akun @mardia_tan. “@mardia_tan begini, KPI tidak pernah melakukan sensor. Posisi KPI ada di pasca tayang, jika tayangan melanggar aturan P3SPS tentu akan ada sanksi,” jelas akun KPI.

Tapi begitu, warganet yang lain rupanya mendukung akun @mardia_tan. Berikut komentar warganet lain:

@kpipusat balikin tayangan kartun gue . Sincan, dragonball, spongebob,” kata akun @real.akbarsaputra.

Ah giliran sinetron azab malah diam tanpa kata yuhuuuu,” tulis akun @aditya_andryawan.

Tegur terus sampai sinetron tamat atau talk show bubar. Terus manfaatnya ap? Terus manfaat film kartun dikurangi manfaatnya apa? Terus kerja KPI cuma negur-negur terus gitu, terus manfaatnya apa?,” timpal akun @ryan_redruguez.

Sumber Berita
Suara.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close