Dengan Kesombongannya dan Keangkuhannya, Netanyahu Siap Menghancurkan Gaza

Abadikini.com, YERUSALEM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel akan menghancurkan Gaza. Itu apabila serangan dari Jalur Gaza terus berlanjut.

“Saya ingin memperjelas ini: Kami tidak akan menerima agresi dari Gaza. Hanya beberapa pekan yang lalu, kami menghabisi komandan tertinggi Jihad Islam di Gaza, dan saya menyarankan agar Jihad Islam dan Hamas menyegarkan ingatan mereka,” kata Netanyahu pada pembukaan pertemuan kabinet pekanan di kantornya di Yerusalem, dikutip Times of Israel, Senin (10/2/2020).

“Saya tidak akan menjabarkan secara rinci semua tindakan dan rencana kami di media, tetapi kami siap untuk menindas kelompok-kelompok teror di Gaza. Tindakan kami sangat kuat dan belum selesai, untuk membuatnya lebih sederhana.”

Di tengah meningkatnya serangan roket dan bom dari Jalur Gaza, Netanyahu memperingatkan kelompok teror Gaza, Israel siap untuk mengambil ‘serangan telak’ jika serangan itu berlanjut.

Dikutip Haaretz, Netanyahu membuat pernyataannya selama pertemuan pemerintah mingguan setelah eskalasi kekerasan antara Israel dan Gaza pekan lalu, di mana beberapa roket diluncurkan dari perbatasan Jalur Gaza.

Pertukaran tembakan antara Israel dan militan di Jalur Gaza telah meningkat sejak pengumuman rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah.

Dikutip Haaretz, Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum menanggapi ancaman Netanyahu, menyebutnya sebagai upaya putus asa Israel untuk meredam rakyat Palestina dan pasukan perlawanan, dengan mengalihkan perhatian dari upaya yang gagal di masa lalu.

Menurut Barhoum, agresi Israel tanpa henti, tetapi ancaman seperti itu tidak akan mengganggu rakyat Palestina. Dia juga memperingatkan Israel agar tidak berperilaku bodoh.

Jihad Islam di Gaza juga menanggapi pernyataan Netanyahu pada Ahad, mengatakan pasukan militannya tidak akan ragu untuk merespons serangan Israel, karena orang-orang Palestina memiliki hak untuk mempertahankan diri dan tanah mereka melawan terorisme Israel.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close