DPW PBB NTT 2019-2024 Lebih Pluralis dari pada Periode Sebelumnya

Abadikini.com,  JAKARTA – Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Seniriadin Badu mengatakan dalam struktur baru di periode kepemimpinan yang kedua ini lebih pluralis dibandingkan dengan sebelumnya.

“Untuk kali ini, komposisi struktur DPW agak lebih pluralis, pluralis maksudnya proporsi dalam pengurus DPW yang baru ini hampir sama antara muslim dan non muslim,” kata Seni kepada Abadikini.com di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Seni, pada periode kepemimpinan sebelumnya DPW hanya bisa mengakomir terbatas hanya di kalangan Muslim saja.

Sebab terang dia, persoalannya keinginan orang untuk bergabung sangat rendah dan pandangan orang terhadap partai ini terkait dengan Islam radikal dan sebagainya sangat mempengaruhi.

“Tapi sekarang sudah ada pengertian baik tentang asas partai yang cenderung terbuka yang kemudian membuat orang dari agama lain tidak ragu untuk masuk bergabung ke Partai Bulan Bintang,” ucap Seni.

“Ada dua tokoh dari Sabu dan Rote ikut bergabung, keduanya berasal dari pensiunan birokrat di tingkat Provinsi NTT, bapak Elly Matheos Adonis dan Esye G. Pandie,” imbuhnya.

Tidak hanya pluralis saja, Seni mengatakan, komposisi pengurus baru ini juga dikombinasikan antara kalangan muda dan kalangan tua. Ia berharap dengan adanya kombinasi tersebut bisa menjadi energi baru untuk memajukan PBB di NTT.

“Kemudian ada penggabungan antara kalangan muda dan tua dan kita berharap kombinasi ini bisa menjadi energi baru untuk mendorong pencapaian target-target partai di NTT,” tegasnya.

Lanjut dia menjelaskan, pada periode pertamanya dari 22 Kabupaten/Kota di NTT DPC PBB sudah terebentuk 20 kabupaten/kota, kemudian yang sudah melakukan Muscab 4 Kabupaten sisanya 16 DPC yang belum melakukan Muscab.

“Sesuai dengan arahan dari ketua umum dan sekjen kemarin di Musyawarah Dewan Partai (MDP) bahwa pertama, kita selalu berkoordinasi dengan DPP terkait dengan proses kelanjutan dari Muscab atau bentuk lain seperti pembentukan pengurus baru karena SK DPC-DPC se-NTT itu berakhir pada 31 Desember, itu artinya secara otomatis tidak ada kepengurusan,” terangnya.

Jadi kata Seni, kalau arahannya adalah membentuk pengurus baru maka DPW siap untuk melakukan itu.

“Dan kita berupaya untuk mencari kader-kader terbaik yang ada di daerah-daerah yang bersangkutan untuk bisa menggantikan atau mereka yang masih memiliki semangat untuk memimpin partai ini kita akan tunjuk mereka kembali untuk meneruskan kepemimpinan DPC,” tegasnya.

Terkait dengan jangka waktu setahun kedepan pembenahan infrastruktur, Seni mengatakan, langkah pertama DPW akan fokus untuk menyelesaikan 16 DPC ditambah dengan 2 DPC yang belum kita bentuk di Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sabu Raijua.

“Kita usahan bentuk dalam waktu dekat ini dan kita butuh arahan secepatnya, apakah bentuk kepengurusannya ataukah kita harus cari tiga nama untuk kita usulkan. Mudah-mudahan langsung dalam bentuk pengurus sehingga tidak terlalu panjang mekanismenya,” kata Seni.

Setelah itu terang Seni, DPW akan berkoordinasi dengan teman-teman yang terpilih sebagai ketua DPC untuk segera membentuk PAC dan Ranting dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Karena di NTT kan medannya agak berat, mudah-mudahan kita bisa selesaikan tepat waktu,” pungkasnya.
Diketahui, Pemilu 2019 PBB NTT berhasil meraih 6 Kursi DPRD tingkat II yang tersebar di 5 Kabupaten, meliputi Kabupaten Alor 1 Kursi, Kabupaten Kupang 2 Kursi, Sumba Tengah 1 Kursi, Manggarai Barat 1 Kursi dan Manggarai Timur 1 Kursi.

Baca Juga

Back to top button