Penjebakan PSK Ditambahkan ke Profil Wikipedianya, Andre Rosiade Kena Serangan Siber?

Abadikini.com, JAKARTA – Profil anggota DPR RI Andre Rosiade di laman daring Wikipedia kekinian mengalami perubahan. Dalam profil Andre tersebut muncul kolom baru bertajuk ‘Penjebakan PSK’.

Kemunculan kolom baru tersebut setelah Andre melakukan penggerebekan PSK di Kota Padang pada 26 Januari 2020.

Aksi penggerebekan tersebut menuai kontroversi hingga menyedot perhatian khalayak.

Dari penelusuran Suara.com, Jumat (7/2/2020), kolom baru tersebut berada setelah kolom karir.

Pada kolom ‘Penjebakan PSK’ tersebut memuat ringkasan aksi penggerebekan yang dilakukan oleh Andre.

Pada bagian bawah laman Wikipedia, tertulis perubahan profil Andre dalam Wikipedia dilakukan pada 7 Februari 2020 pukul 3.03. Meski demikian, penyunting profil tidak menyantumkan identitasnya alias anonim.

Kasus penggerebekan PSK ini heboh usai pengakuan NN, PSK yang digerebek oleh Andre mengaku telah ‘dipakai’ sebelum digerebek. Andre Rosiade membantah ikut terlibat dan merencanakan penggerebekan terhadap NN.

Andre, berdasarkan keterangan Polda Sumbar, menyuruh orang, mulai dari memesan NN melalui aplikasi MiChat, hingga memesan kamar di hotel.

Namun, Andre kepada Suara.com, Selasa (4/2/2020), menegaskan bukan dirinya yang memesan NN.

Dari struk reservasi hotel yang tersebar di media sosial, tercatat nama Andre Rosiade sebagai pemesan kamar hotel lokasi penggerebekan.

Skandal ini semakin memanas setelah Andre mendapatkan kecaman dari banyak pihak, salah satunya Komnas Perempuan.

Pria yang ‘memakai’ NN yang hingga kini belum diketahui identitasnya juga berpotensi menjadi tersangka.

Saat ini, skandal tersebut sedang ditangani oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Sementara, NN dan muncikari berinisial AS mendekam di penjara.

Berikut isi kolom ‘Penjebakan PSK’ dalam profil Andre Rosiade di Wikipedia:

Pada 26 Januari 2020, Andre Rosiade bersama Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan penggerebekan praktik prostitusi online di sebuah hotel di Kota Padang. Penggerebekan ini berujung pada penahanan seorang perempuan tunasusila berinisial NN oleh Polda Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan bahwa praktik prostitusi online yang menyeret NN terungkap berkat informasi Andre Rosiade.

Menurut keterangan polisi, Andre turut merencanakan penggerebekan, dibuktikan dengan struk reservasi kamar tempat penggerebekan atas nama Andre Rosiade. Namun, polisi merahasiakan identitas pria yang memesan dan bersama NN di kamar hotel.

Dalam wawancara dengan Media Indonesia, Andre mengakui menjebak NN dalam penggerebekan, walaupun sebelumnya ia sempat membantah. Andre menyatakan kalau aksi penjebakan tidak melanggar hukum karena bekerja sama dengan kepolisian.

Sementara itu, tersangka NN merasa diperlakukan tidak layak lantaran digerebek dalam keadaan telanjang dan sempat disetubuhi oleh pria yang merupakan kliennya. Pria tersebut diketahui adalah “orang suruhan” yang dibayar Andre untuk menjebak NN dengan tujuan membuktikan prostitusi online ada di Kota Padang.

Ketika struk reservasi kamar atas nama dirinya terkuak, Andre menyebutnya sebagai fitnah dari pihak hotel. Namun, saat pihak hotel menantangnya menempuh jalur hukum, Andre mengelak.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai, NN dijadikan objek seksual untuk menunjukan kegagahan moralitas seseorang. Dalam hal ini, Andre menjadi polisi moral demi pencitraan politik.

“Tujuannya bukan sungguh-sungguh mengatasi persoalan prostitusi sebetulnya, tapi lebih banyak untuk pencitraan seseorang,” ujar Mariana.

Komisioner Komnas Perempuan lainnya, Siti Aminah Tardi menyebut apa yang dilakukan Andre merupakan cara memalukan dan merendahkan martabat orang.

Sumber Berita
Suara.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close