Harga Masker di Natuna Mahal, Warga Pilih Mengungsi Keluar Pulau

Abadikini.com, JAKARTA – Aksi penolakan para WNI dari Wulan yang diobservasi di Natuna masih terus berlanjut. Para WNI dari Wulan tersebut ditempatkan di Hanggar Lanud Raden Sajad yang berjarak sekitar 2 kilometer dari pemukiman warga.

Baca Juga

Dari laporan jurnalis Kompas TV, Glenys Octania, warga Natuna merasa keberatan karena pemerintah dinilai lambat menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa Natuna ditetapkan sebagai tempat observasi.

Warga mengaku tidak siap dan sangat awam dengan virus Corona.

Apalagi jumlah anak-anak yang tinggal di pemukiman sekitar hanggar cukup banyak.

Selain itu juga tidak ada jaminan kesehatan untuk warga Natuna.

Menurut mereka, selama ini belum ada sosialisasi dari Dinas Kesehatan terkait vorus Corona.

Selain itu, warga belum mempersiapkan diri bahwa warga harus secara mandiri mencari masker.

Jurnalis Kompas TV, Glenys Octania juga mengatakan bahwa di Natuna, satu masker dihargai Rp 25.000 dan masker tidak tersebar secara rata di Kabupaten Natuna.

Kurangnya masker membuat masyarakat khawatir dan takut terpapar virus Corona.

Warga mengungsi keluar pulau

(AFP/RICKY PRAKOSO)

Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020).

Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.

Lebih dari 20 keluarga di Natuna, Kepulauan Riau, yang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari lokasi observasi kesehatan WNI dari Wuhan memilih untuk mengungsi.

Warga yang mengungsi adalah warga Kampung Penagi, Kabupaten Natuna.

Ketua RT setempat mengatakan kepergian sekitar 29 keluarga itu terjadi jelang kedatangan WNI dari Wuhan.

Menurut Ketua RT, warga menyatakan khawatir karena jarak lokasi observasi kesehatan itu dinilai dekat dengan pemukiman mereka.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan, hingga kini belum ada satu pasien pun di Indonesia yang positif terjangkit virus korona.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

Glenys Octania jurnalis Kompas TV mengatakan walaupun surat edaran libur sekolah dicabut, beberapa siswa tidak masuk kelas karena ikut mengungsi dengan keluarganya keluar pulau.

Sumber Berita
KompasTV

Baca Juga

Back to top button