Gus Sholah Dikenang Aktif Jembatani Silaturrahmi dan Kolaborasi NU dengan Muhammadiyah

Abadikini.com, SURABAYA – Muhammadiyah turut berduka atas kepergian ulama karismatik dari Nahdlatul Ulama (NU), KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah. Lantaran berkawan dengan siapa pun.

“Beliau sosok yang tak pernah membedakan golongan. Antara NU dan Muhammadiyah,” ujar Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim), Najib Hamid, di Kota Surabaya, Selasa (4/2/2020).

Gus Sholah meninggal dunia di Jakarta, Ahad (2/2/2020), sekitar pukul 20.55. Cucu pendiri NU, Hasyim Asy’ari, ini wafat pada usia 77 tahun.

Menurut putranya, Irfan Wahid atau Ipang Wahid, kesehatan ayahnya sempat turun. Usai operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Tindakan diambil lantaran ada masalah pada selaput jatung.

Najib menilai, Gus Sholah merupakan figur unik berlatar belakang insinyur. Namun, lebih tersohor sebagai budayawan dan politikus.

Gus Sholah bersama timnya, tambah dia, pernah menyambangi PW Muhammadiyah Jatim, dua bulan sebelum wafat. Menawarkan kerja sama di bidang kesehatan. Namun, belum jua terealisasi.

“Mungkin arahnya pengembangan rumah sakit pesantren. Kami tidak tahu detailnya. Karena kami serahkan ke Majelis Kesehatan,” tuturnya.

Hubungan PW Muhammadiyah dan Gus Sholah erat. Dicontohkan dengan kehadiran mantan Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu saat diundang berdiskusi dalam beberapa kesempatan.

Gus Sholah pun sempat mengajak kader Muhammadiyah mengembangkan SMA Sesantren Sains (Trensains) Tebuireng, Kabupaten Jombang. Kini Trensains berkembang pesat.

“Ini menandakan, bahwa beliau siap kolaborasi dengan siapa saja. Tidak tersekat NU atau Muhamadiyah,” tutup Najib.

Sumber Berita
Alinea.id

Baca Juga

Back to top button