Tolak Proyek Trans Wamena-Ndugama, Bupati Nduga Jadi Sasaran Teror OPM

Abadikini.com, JAKARTA – Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengeluarkan ancaman baru. Tidak tanggung-tanggung, sasarannya bupati, ketua DPRD, sekda, kepala distrik, hingga kontraktor.

OPM lewat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) meminta proyek Trans Wamena-Ndugama dihentikan. Dia menyebut, sepanjang jalan tersebut adalah zona perang.

Panglima TPNPB Kodap III Ndugama, Egianus Kogeya mengeluarkan peringatan keras kepada bupati dan pejabat terkait. Dia menegaskan, tidak boleh ada pembangunan apapun pada 32 distrik selama 2020.

“Selain bunyi senjata,” kata Egianus Kogeya dalam pernyataan tertulis, Ahad (2/2/2020).

“Barangsiapa yang membawahi pembangunan di daerah konflik 11 distrik, baik dari bupati, pasukan TNI-Polri, kepala distrik, serta kelompok pebisnis lainnya, saya Egianus Kogeya selaku panglima Kodap III Ndugama akan tembak karena tahun 2020 adalah tahun perang,” lanjutnya.

Perang Ndugama, lanjut Egianus, bukan minta pembangunan dan proyek. Perang Ndugama adalah perang kemerdekaan rakyat Papua Barat untuk penentuan nasib sendiri. Dari Sorong sampai Samarai.

“Jika di 32 distrik ada yang mengurus pembangunan, berarti dia adalah musuh kami TPNPB Kodap III Ndugama. Kampung tersebut kami TPNPB Kodap III Ndugama akan membangun sama-sama,” tambahnya.

TPNPB-OPM juga melarang keras aktivitas pembangunan dalam bentuk apapun. Mulai dari Danau Habema Jalan Trans Wamena-Ndugama sampai Pelabuhan Momugu di ibu kota Kabupaten Nduga, Kenyam.

Bukan hanya itu, OPM juga melarang warga sipil menumpang kendaraan milik TNI selama Februari 2020. Mulai dari Wamena ke Ndugama. Begitu pula dari Pelabuhan Batas Batu ke Kenyam dan sekitarnya.

“Pasukan TNI-Polri juga dilarang keras menumpangi kendaraan milik warga sipil,” katanya seperti dikutip dari TPNPB News.

Menurut Egianus, peringatan ini adalah yang kedua kalinya. Siapa yang melanggar lima poin tersebut, akan dibersihkan tanpa memandang bulu.

Dia juga meminta warga sipil agar berhati-hati melintas di areal Jalan Trans Wamena-Ndugama. Mereka menetapkan wilayah tersebut sebagai lapangan perang TPNPB dengan TNI/Polri.

 

Aksi Simpatik Anggota TNI

Pada saat TPNPB-OPM terus menebar teror, anggota TNI yang bertugas di Papua terus melakukan aksi simpatik.

Sebagai bentuk kepedulian, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad Pos Tatakra itu melaksanakan kegiatan patroli kesehatan di Kampung Tatakra, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (31/1/2020).

Sumber Berita
Rakyatku

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button