Tak Ingin Ada Lawan Kotak Kosong, Partai Bulan Bintang Berharap Ada Kompetisi di Pilkada Kota Semarang 2020

Abadikini.com, SEMARANG — Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Jateng Herry Darman berharap agar dalam pemilihan kepala daerah khususnya di Kota Semarang tidak melawan kotak kosong atau hanya calon tunggal. Sebab, jika hal itu sampai terjadi maka menjadi preseden buruk bagi demokrasi di ibu kota Jateng ini.

Hal ini diungkapkan Herry Darman terkait petahana di Pilkada 2020 Kota Semarang yang dipandang cukup kuat sehingga diperkirakan menghadapi kotak kosong. Terlebih, hingga saat ini belum ada calon lain yang bakal maju melawan calon yang diusung PDIP yakni Hendrar Prihadi yang juga Petahana.

Dominasi petahana ini semakin menguat dilihat dari perolehan kursi di DPRD Kota Semarang pada Pemilu legistatif 2019 lalu, PDIP masih mendominasi dengan 19 kursi, diikuti Partai Gerindra, Demokrat dan PKS masing-masing enam kursi, PKB empat kursi, Golkar tiga kursi dan Partai NasDem, PAN serta PSI masing-masing dua kursi.

Saya berharap Pilkada Kota Semarang ini tidak berhadapan dengan kotak kosong karena akan menjadi preseden yang kurang bagus bagi proses demokrasi. Banyak tokoh baik melalui partai politik atau bisa lewat jalur independen yang bisa maju mengikuti kompetisi ini, jelas Herry di kantor PBB Jateng Jl Sriwijaya Semarang, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya adanya potensi petahana melawan kotak kosong ini perlu menjadi perhatian partai politik untuk melakukan kaderisasi dan melakukan persiapan pencalonan baik Pilkada.

“Ini harus menjadi catatan khusus bagi partai politik untuk mempersiapkan itu semua,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan dalam sebuah proses Pilkada lawan kotak kosong sebagai sebuah fakta di dalam pilkada. Ada yang menang ataupun yang kalah. Begitu pun dengan kotak kosong yang diadu dengan pasangan calon tunggal.

Tentunya ini merupakan sesuatu yang harus kita hargai bersama sehingga kita betul-betul mendapatkan hasil yang demokratis dan tentunya melalui koridor-koridor yang demokratis, ujarnya.

Ia pun mengusulkan perlu dipikirkan kembali mengenai adanya kotak kosong ini sehingga sistem pemilu di Indonesia ke depan lebih baik lagi. Apalagi jika kemudian jika kotak kosong ini menang. Kondisi ini dinilai tidak akan memberikan manfaat bagi negara sebab dengan menangnya kotak kosong, pemilihan ulang terpaksa dilakukan dan berdampak pada keuangan negara.

“Jadinya ini membebani keuangan kepada negara. Ke depan perlu dipikirkan bagaimana masalah kotak kosong ini. Ini juga merupakan pemikiran bersama sehingga memberikan kefaedahan bagi negara dan bangsa ini. Kita harus memikirkan sistem apa yang harus tepat dilaksanakan barangkali dengan hal-hal lain, tetapi tetap memenuhi asas demokrasi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait Pilkada di Jateng yang akan digelar di 21 Kabupaten/Kota, Herry menyatakan pihaknya menyerahkan kepada masing-masing ketua DPC untuk mendukung calon yang terbaik.

PBB sekarang sudah menjadi partai yang terbuka dan nasionalis, jadi kader yang ada di daerah kami persilakan untuk memberikan dukungan kepada calon pemimpin daerah yang memiliki kompetensi untuk memajukan daerahnya, tegasnya.

Sumber Berita
Ayo Semarang

Baca Juga

Back to top button