Mau Tahu Info dan Jadwal Macet Jakarta 7 Hari Seminggu 24 Jam Sehari? Cek di TomTom Trafic Index Berikut Ini

Abadikini.com, JAKARTA — Jakarta kembali menjadi salah satu kota termacet di dunia pada 2019. Data terbaru dalam TomTom Traffic Index menyebutkan, Jakarta menempati posisi ke-10 kota termacet di dunia.

TomTom Traffic Index juga menyajikan data jam-jam sibuk di setiap kota yang disurveinya. Di Jakarta, ada jadwal paling macet yang sebaiknya dihindari oleh pengendara.

Adapun jadwal paling macet di jalanan Jakarta menurut TomTom Traffic Index adalah pada Jumat sore. Mulai pukul 17.00 hari Jumat, jalanan Jakarta disebut lebih macet dari jam dan hari lainnya.

Foto: TomTom Traffic Index

Sepanjang pukul 5 sore sampai 6 sore, tingkat kemacetan Jakarta mencapai 98%. Itu artinya pengendara menghabiskan waktu 98% lebih lama dibanding saat jalanan lancar tanpa terkendala macet.

TomTom menyarankan pengendara Jakarta untuk menghindari jadwal paling macet tersebut. Setidaknya, dengan menghindari jam tersebut, pengendara bisa jadi lebih menghemat waktu perjalanan.

“Berpergian sebelum pukul 17.00 pada Jumat akan menghemat waktu perjalanan hingga 5 jam setahun (untuk setiap perjalanan 30 menit),” tulis TomTom dalam laporannya.

Dari data itu, lalu lintas sore hari di Jakarta memang lebih padat ketimbang pagi hari. Terutama pada pukul 17.00 sampai pukul 19.00, dan semakin menurun setiap jamnya sampai tengah malam. Jalanan Jakarta paling sepi ya pada malam hingga dini hari dengan tingkat kemacetan hingga 0%.

Menurut TomTom, data Indeks Lalu Lintas itu berasal dari komunitas TomTom yang berkembang dengan lebih dari 600 juta pengemudi yang menggunakan teknologi TomTom di perangkat navigasi, sistem di dalam mobil dan smartphone di seluruh dunia.

TomTom memulai perhitungan dari waktu perjalanan dalam kondisi normal tanpa kemacetan di setiap segmen jalan di setiap kota di dunia. Itu dilakukan saat situasi jalan tidak terpengaruh oleh kemacetan. Biasanya terjadi pada malam hari, tapi juga bisa terjadi kapan saja.

Kemudian, TomTom menganalisis waktu perjalanan sepanjang tahun selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dan membandingkan informasi tersebut dengan lalu lintas normal tanpa kemacetan yang sudah dihitung sebelumnya. Dari situ, tercetuslah selisih waktu perjalanan tambahan di jam-jam tertentu.

TomTom menyimpulkan, tingkat kemacetan Jakarta pada 2019 lalu mencapai 53%. Itu artinya waktu perjalanan tambahan adalah 53 persen lebih lama dari perjalanan rata-rata dalam kondisi normal tanpa kemacetan. Waktu rata-rata itu diambil dari setiap kendaraan di seluruh jaringan sepanjang hari.

Sumber Berita
detikcom
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close