Datangi Kemendagri, 7 Sekjen Parpol Berharap Mendagri Tito Mendengar soal Ambang Batas Parlemen

Abadikini.com, JAKARTA – Tujuh Sekretaris Jenderal partai yang tak lolos parlemen menghadap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yaitu, Sekjen Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Sekjen Partai Persatuan Indonesia (PPI), Wakil Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sekjen Partai Berkarya, Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB), Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sekjen Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda).

Para Sekjen parpol non parlemen tersebut menyinggung mengenai Presidential Threshold, yang disebutnya, mengakibatkan pembelahan, salah satunya adalah soal peninjauan ulang tahapan Pilpres dan Pileg yang diadakan secara serentak.

“Pak Mendagri menyambut beberapa gagasan dari kami, apakah patut masih dipertahankan sistem pemilu serentak. Tadi ada pikiran-pikiran untuk hal tersebut, kami para 7 Sekjen dan Pak Mendagri ada kesamaan bahasa,” kata Priyo Sekjen Berkarya di Kemendagri, seperti dikutip Abadikini.com dari laman Liputan6, Kamis (30/1/2020).

Priyo menambahkan, “Kita benahilah, kemungkinan threshold untuk presiden juga diturunkan sedikit atau kalau perlu ada pikiran tadi, misalnya kalau perlu kenapa enggak dipikirkan 0 persen,” ungkapnya.

Sementara Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menuturkan, partai-partai non parlemen, menghendaki agar tetap 4 persen saja.

“Partai-partai yang tidak lolos Presidential Threshold menghendaki itu ditahan di 4 persen sebagai bagian dari pematangan demokrasi. Harapannya dengan ambang batas 4 persen ini artinya konsolidasi demokrasi bisa berjalan dengan baik,” ujar Rofiq.

Menurut dia, angka 4 persen tersebut sudah sangat besar. “Iya 4 itu sudah sangat besar,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button