Viral Editan Foto Lutfi Bawa Bendera NasDem, Kompas Merasa Berang dan Surya Paloh Tak Merasa Banggga

Abadikini.com, JAKARTA — Foto Dede Alfiandi alias Lutfi, demonstran yang membawa bendera saat demo kembali bikin geger. Kali ini foto Lutfi diedit.

Bukan bendera Merah-Putih yang dia bawa. Kali ini, bendera Partai NasDem yang ada di tangannya. Foto ini merupakan foto editan.

Foto Lutfi ditampilkan dalam sebuah iklan di sebuah koran. Iklan ini kemudian dijepret dan diunggah di media sosial, Twitter.

Dalam foto tersebut terdapat tulisan ‘Nurani untuk Negeri’ dan ‘Loyalitas atas Persahabatan Tidak Akan Renggang Hanya Karena Perbedaan Politik dan Status Sosial. Persahabatan adalah Pertautan Nurani dalam Keadaan Apapun’ serta menampilkan tagar #katanone. Di sudut kiri bawah iklan itu, tercantum sumber foto.

Pengurus pusat NasDem menegaskan mereka tidak memasang iklan tersebut.

“Iklan itu tidak dipasang oleh Partai NasDem. Iklan itu dipasang oleh orang yang mengucapkan selamat atas kegiatan partai,” kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, saat dimintai konfirmasi, Senin (27/1/2020).

Willy menegaskan partainya tidak berkaitan langsung dengan pemasangan iklan tersebut. Menurutnya, si pemasang iklan adalah orang di eksternal Partai NasDem.

“Bukan, jadi dia orang yang mendaftar sebagai calon yang mendaftar Wali Kota Kota Makassar, tapi kita juga tidak mengusung dia karena kita mengusung Danny Pomanto. Jadi yang memasang iklan itu bukan Partai NasDem, tapi orang yang mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara Partai NasDem,” jelas Willy.

“Jadi di luar Partai NasDem. Bukan fungsionaris, bukan pengurus, bukan kader NasDem,” imbuhnya.

Willy mengatakan iklan itu dipasang seusai acara NasDem Day 2020 yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan. Willy sekali lagi menegaskan partainya tidak ada hubungan dengan si pemasang iklan.

NasDem menegaskan tuntutan soal iklan tersebut bisa dilayangkan ke pemasang iklan. Menurut Willy, tuntutan soal iklan itu akan salah alamat jika dilayangkan ke partainya.

Dia mengatakan NasDem menjunjung etika publik, menghormati media, dan menghormati hak cipta. Menurutnya, NasDem tidak mungkin melakukan hal aneh-aneh seperti itu.

“Sudah, sudah kita kasih tahu. Silakan kemudian kalau mau ada tuntutan ke yang bersangkutan, bukan ke partai,” kata Willy.

Foto Lutfi membawa sepeda dijepret fotografer Kompas.com, Garry Lotulung. Kompas.com pun angkat bicara.

Penggunaan foto tersebut, disebut tanpa seizin Kompas.com ataupun sang fotografer, Garry Lotulung. Kompas.com menyesalkan penggunaan foto Lutfi tanpa izin untuk kepentingan acara partai politik.

“Saya sudah dengar soal penggunaan foto yang diedit itu, dan itu digunakan tanpa seizin saya sebagai fotografer,” ujar Garry sebagaimana dilansir Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Diketahui, saat ini Lutfi didakwa melawan polisi pada saat aksi 30 September 2019. Lutfi, disebut jaksa, melakukan kekerasan kepada polisi yang berjaga di depan gedung DPR.

Kompas.com menyatakan foto Lutfi saat itu diambil untuk kepentingan jurnalistik. Kompas.com berharap foto tersebut dipakai untuk kepentingan jurnalistik, dan bukan untuk kepentingan politik atau memengaruhi putusan pengadilan.

“Bagaimanapun penggunaan foto tanpa izin merupakan perbuatan ilegal,” ujar Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho.

Surya Paloh Tak Merasa Bangga

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh menanggapi iklan Lutfi Andris Basril yang diedit membawa bendera NasDem. Apa kata Surya Paloh?

“Nggak tahu saya, yang saya tahu sudah ada pekerjaan-pekerjaan sosial yang sudah dilakukan di sana. 120 ambulans yang diperankan oleh kader-kader NasDem untuk pelayanan masyarakat,” kata Surya Paloh di kantor DPP NasDem, Jalan RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Paloh mengaku tidak mengetahui siapa yang mengedit foto tersebut. Namun dia mengatakan NasDem tidak bangga dengan hal itu.

“Jadi kalau ada iklan selip dia pakai karena dia pakai bendera itu entah siapa yang bikin saya ndak ngerti dan kita nggak ada rasa kebanggaan dengan hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Lutfi Andris Basril menanggapi terkait heboh iklan di sebuah koran yang menampilkan foto kliennya yang membawa bendera Merah-Putih, namun diedit menjadi bendera Partai NasDem. Andris menyebut itu sebagai tanda semangat Lutfi diakui oleh pihak lain.

“Berarti semangat (Lutfi) itu diakui, jadikan foto itu merupakan semangat kebangsaan kita tumbuh, wajar itu dijadikan orang ingin jadikan semagat juga lah,” kata Andris saat dihubungi, Senin malam (27/1/2020).

Sumber Berita
detikcom

Baca Juga

Back to top button