Soal Penyidik KPK Diinterogasi dan Dites Urine di PTIK, Masih Adakah Rivalitas Polri dan KPK?

Abadikini.com, JAKARTA — DPR sempat kembali menyinggung Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terkait kabar penyelidik lembaga antirasuah yang diinterogasi saat menyambangi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan. Bahkan, penyidik KPK sampai dites urine.

Soal itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, PTIK merupakan bagian dari markas kepolisian dan memiliki aturan tersendiri.

“PTIK ini apa? Kantor polisi. Jadi mempunyai apa? Mempunyai prosedur sendiri,” tutur Argo di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Menurut Argo, PTIK tentu memberlakukan berbagai upaya pengamanan. Seperti adanya manajemen fisik gedung lewat pemagaran.

“Ada namanya manajemen fisik, seperti apa bentuk fisik. Itu lihat semua dibangun ada pagar, ada pengamanan fisik seperti apa untuk mengamankan ini. Karena lokasinya lokasi kepolisian. Tempat sekolah,” jelas dia.

Termasuk juga pemeriksaan terhadap pengunjung, baik itu pihak internal apalagi orang luar.

“Jadi orang keluar masuk pun ada SOP-nya. Ini sudah lama saya jelaskan terus ini ya. Ada SOP-nya. Orang masuk pun ditanya. Mas ini saja pakai lambang rapim, simbol-simbol semua di situ. Jadi semua yang masuk sini kita periksa semua ya. Kebetulan waktu itu juga ada mode kegiatan Wapres datang ke PTIK. Tentunya kita semakin ketat di dalam pemeriksaan ya,” Argo menandaskan.

KPK Sebut Ada Kesalahpahaman

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan tim penyelidik KPK sempat digeledah dan dites urine saat menyambangi PTIK. Ia berujar terdapat kesalahpahaman yang menyebabkan hal tersebut sampai terjadi.

“Di situ tim KPK ditahan sampai pagi, dites urine dan sebagainya,” tutur Ali.

Ali menyatakan pada saat itu tim KPK hanya ingin salat di Masjid PTIK.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close