Dibekali Ilmu Bela Diri, Siswa SD di Padang Berhasil Lolos dari Upaya Penculikan

Abadikini.com, PADANG — Seorang siswa SD di Kota Padang berhasil kabur setelah diculik 3 pria pada Senin (27/1/2020).

Korban bernama M Iqbal (12) yang merupakan siswa SDN 16 Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan ini, kabur.

Namun, lolosnya si bocah dari kejaran para penculik, tak terlepas dari peran mobil patroli polisi yang kebetulan lewat.

Aksi penculikan ini terjadi di Kelurahan Pasang Besi, saat korban berjalan kaki ke sekolah sekitar pukul 07.20 WIB.

Peristiwa ini telah dilaporkan oleh orangtua korban bernama Susi (43) ke Polsek Lubuk Kilangan (Luki).

Korban ditemukan oleh tetangga korban di kawasan Ulu Gadut, yang jaraknya sekitar 3-4 kilometer dari lokasi penculikan.

Dari pengakuan sang anak, Susi menceritakan kronologi kejadian ini kepada TribunPadang.com saat ditemui di rumahnya.

Awalnya, kata dia, ada sebuah mobil minibus berwarna hitam berhenti di pinggir jalan.

Anaknya yang berjalan menuju sekolah, melewati mobil yang tengah berhenti itu. Di dalam mobil itu, ada tiga pria dewasa.

“Mobilnya Toyota Avanza warna hitam,” ujarnya.

Dua pelaku menyeret dan menarik anaknya ke dalam mobil, satu lagi mengendarai mobil.

“Satu diperkirakan umur 40 tahun, kemudian satu lagi umur 30 tahun. Satu lagi di depan mengendarai mobil,” katanya.

Peristiwa ini terjadi di dekat jembatan sebelum sekolahnya.

“Di sana dalam keadaan sepi karena pagi hari,” ujarnya.

Kata dia, anaknya memang sudah terbiasa berjalan kaki ke sekolah, dan tak mau diantarkan atau naik ojek ke sekolah.

Anaknya mengaku tak mengenali para pria tersebut. Terlebih ketiga pria tersebut mengenakan masker.

Dari pengakuan korban ke orangtua, satu pelaku memakai baju hitam yang ada tulisan di dadanya, dan satu lagi memakai baju warna merah.

“Anak ini awalnya memberontak, namun pelaku mengancam dengan senjata tajam,” katanya.

Pelaku, kata dia, juga meminta anak tersebut diam. Korban pun diam dan pasrah.

Saat melaju, mobil pelaku tiba-tiba berhenti di kawasan Gadut.

Ketika itu, dua pelaku yang menarik korban keluar dari mobil. Sehingga hanya tinggal satu pria yang menjadi sopir.

“Sopir yang duduk di depan memegangi anak saya sambil membelakangi, di sanalah anak saya dapat kesempatan untuk kabur turun dari mobil,” ujarnya.

Disebutkannya, anaknya sempat memberontak untuk meloloskan diri dari penculikan itu.

Hal itu berani dilakukan karena korban memang dibelaki ilmu bela diri karate.

Saat korban kabur, dua pelaku yang tengah berada di luar mobil melihatnya.

“Setelah itu anak saya lari, dua pelaku melihatnya dan ikut mengejar,” ujar Susi.

Beruntung, tiba-tiba ada sebuah mobil patroli polisi yang lewat di sekitar lokasi.

“Saat ada mobil patroli, pelaku tidak berani mengejar anak saya lagi,” sebutnya.

Setelah berhasil kabur, korban sempat bingung hendak ke mana karena ketakutan.

Namun akhirnya, seorang tetangga korban bernama Lina menemukan korban.

Korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, lalu dibawa pulang ke rumah orangtuanya.

Korban menangis ketakutan

Lokasi ini berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi dugaan penculikan.

“Tetangga saya bernama Lina tak sengaja lihat anak saya di sana,” kata Susi, orangtua korban.

Dia mengaku, saat ditemukan, wajah anaknya terlihat pucat.

Saat sampai di rumah diantarkan oleh Lina, anaknya mengangis ketakutan.

“Tangannya dingin sedingin-dinginnya. Saksi bernama Lina yang nengantarkannya,” ujar dia.

Lalu ia menanyakan apa yang terjadi kepada anaknya. Namun korban tak mau menjawab.

“Saat saya tanya kepada anak saya kenapa, dia tidak mau menjawab. Dia ketakutan,” katanya.

Namun akhirnya korban menceritakan bahwa ia telah diculik oleh tiga pria yang tak dikenal.

Setelah mengetahui itu, dia, saksi dan korban pergi ke kantor polisi untuk melapor.

“Di sini ada korban dan ada saksi yang menemukan anak ini. Ini sudah dilaporkan ke pihak Polsek Lubuk Kilangan,” kata Susi.

Ia mengaku sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolian.

Ia bersyukur sekali anaknya selamat dari dugaan aksi penculikan itu.

Sumber Berita
Tribunnews

Baca Juga

Back to top button