Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel di Yerusalem, Usai Bocornya Proposal Donald Trump Soal “Rencana Perdamaian”

Abadikini.com, YERUSALEM — Warga Palestina dilaporkan bentrok dengan polisi Israel buntut “rencana perdamaian” Presiden AS Donald Trump bocor.

Dilaporkan Sky News Jumat (24/1/2020), kerusuhan itu terjadi Masjid Al Aqsa Yerusalem, ketika mereka hendak Shalat Jumat. Pekan lalu, para pemimpin Palestina sudah menyerukan pengerahan massa ke Yerusalem, termasuk juga di Gaza dan Tepi Barat.

Namun kerusuhan antara warga dengan polisi Israel tak pelak pecah di situs kota tua yang oleh Israel juga disebut Kuil Gunung.

Bentrok itu terjadi setelah pada Kamis (23/1/2020), muncul pemberitaan yang mengungkapkan isi “rencana perdamaian”Trump.

Presiden berusia 73 tahun itu rencananya bakal merilis poin-poin damai dua negara pada Selasa pekan depan (28/1/2020).

Konten dari apa yang dia sebut “kesepakatan terbaik abad ini” sudah menjadi bahan diskusi selama berbulan-bulan.

Proposal tersebut dirumuskan secara rahasia oleh menantu sekaligus penasihatnya, Jared Kushner, dan tim kebijakan kecil di Gedung Putih.

Dalam perjalanan ke Florida, Trump menuturkan bahwa rencana itu bakal dipaparkan sebelum rapat kabinet Selasa.

“Kemungkinan antara waktu itu, atau mungkin saja (rilisnya) bakal terjadi lebih cepat,” terang suami Melania itu.

Presiden ke-45 AS dari Partai Republik itu menuturkan, bocornya rencana itu di media merupakan “murni spekulasi”.

Saat berkunjung ke Yerusalem, Wakil Presiden Mike Pence mengajak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan rivalnya, Benny Gantz, untuk mendiskusikan proposal itu.

Berdasarkan bocoran laporan itu, seluruh permukiman Israel yang berada di Tepi Barat bakal masuk dalam teritori Tel Aviv.

Kemudian, kedaulatan Israel juga mencakup keseluruhan Yerusalem, di mana nantinya Washington juga bakal mengakuinya sebagai ibu kota negara.

Palestina bakal mendapat status negara. Namun itu hanya terjadi jika mereka mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selain itu, status negara juga akan diberikan jika Gaza bersedia melakukan demiliterisasi, dengan Hamas meletakkan senjata.

Bagi Pemerintah Palestina (PA) di Tepi Barat, dan Hamas di Gaza, tawaran itu jelas tidak masuk akal, dengan mereka dilaporkan menolaknya.

Trump mengaku, dia tidak banyak berdiskusi dengan Ramallah soal tawaran itu, dan memprediksi rencana perdamaian itu jelas akan ditolak.

“Kami sudah berusaha untuk berbicara. Namun kami akan melakukannya lagi. Saya yakin mereka akan bersikap negatif. Namun rencana ini justru positif bagi mereka,” ujarnya.

Dunia internasional, baik itu PBB, Uni Eropa, maupun Inggris menyerukan agar “solusi dua negara” bisa diberlakukan.

Seruan itu mengacu kepada perjanjian 1967 soal peralihan wilayah yang disepakati, dengan Yerusalem menjadi ibu kota bersama.

Dalam pandangan Washington, rencana yang diusulkan dunia justru dianggap merupakan hambatan perdamaian selama tiga dekade ini.

Dunia Arab maupun Uni Eropa belum memberikan komentar. Namun, diyakini mereka akan menolak proposal tersebut karena tidak memperkuat kedudukan Palestina.

Sumber Berita
Kompas.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close