Erick Thohir Umumkan Direksi Baru Garuda, Ada Nama Yenny Wahid dan Adik Kandung Chairul Tanjung

Abadikini.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) resmi memiliki ‘pilot’ baru yakni Irfan Setiaputra menggantikan Ari Ashkara. Selain susunan direksi anyar, RUPSLB Garuda Indonesia juga merombak susunan komisaris.

Adapun susunan direksi dan komisaris baru Garuda Indonesia yakni:

Direksi:

1. Direktur Utama : Irfan Setiaputra

2. Wakil Direktur Utama : Dony Oskaria

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Fuad Rizal

4. Direktur Operasi : Tumpal Manumpak Hutapea

5. Direktur Human Capital : Aryaperwira Adileksana

6. Direktur Teknik : Rahmat Hanafi

7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT : Ade R. Susardi

8. Direktur Niaga dan Kargo : M. Rizal Pahlevi

Komisaris:

1. Komisaris Utama: Triawan Munaf

2. Wakil Komisaris: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen : Yenny Wahid

4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan

5. Komisaris : Peter Gontha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya telah berupaya mencari figur terbaik untuk mengelola Garuda Indonesia. Atas hal tersebut, merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta menarik di baliknya.

1. Irfan Pernah Mundur dari Posisi Dirut BUMN Karena Masalah Gaji

Irfan Setiaputra telah ditetapkan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. Irfan sebenarnya bukan orang baru di BUMN. Dirinya pernah memimpin perusahaan swasta dan BUMN, seperti IBM, LinkNet dan Cisco, hingga PT INTI.

Pada tahun 2000, Irfan mendapatkan penghargaan IBM Star of the STARS Award, IBM Professional Achievement Award, dan Best CEO versi majalah SWA.

Kemudian pada Maret 2009, dirinya ditunjuk menjadi Direktur Utama PT INTI oleh Menteri BUMN saat itu, Sofyan Djalil. Namun karena merasa gajinya lebih kecil dari jabatannya sebelumnya, Irfan akhirnya mengundurkan diri.

2. Irfan Sebut Dirinya Gila Mau Jadi Dirut Garuda

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra angkat bicara usai dirinya ditetapkan sebagai bos maskapai penerbangan nasional tersebut. Irfan menyatakan, penugasan ini merupakan tantangan baginya. Sebab, dirinya tidak memiliki latar belakang di dunia penerbangan.

“Tentu saya berterimakasih atas kesempatan yang diberikan, saya cuma sampaikan, saya bukan dari industri, jadi nanti itu akan menantang,” ujar Irfan saat dihubungi wartawan, Rabu (22/1).

Irfan bercerita bahwa dirinya selama ini menyelami dunia IT, telekomunikasi dan tambang. Oleh karenanya, dirinya berharap agar kinerjanya tidak mengecewakan selama di Garuda Indonesia.

“Saya di IT, tiba-tiba masuk ke BUMN, padahal saya urus IT, telekomunikasi dan tambang. Kalau Anda lihat, cuma orang agak gila yang mau melakukan itu,” tuturnya.

3. Aktivis Islam Bergabung Usai Garuda Diterpa Isu Perselingkuhan Pramugari

Menteri BUMN, Erick Thohir menilai Yenny Wahid yang masuk dalam jajaran komisaris baru Garuda Indonesia sebagai figur perempuan yang mumpuni. Seperti diketahui, Yenny adalah seorang aktivis Islam dan politisi Indonesia.

“Khusus untuk Ibu Yenny Wahid, figur perempuan yang sangat mumpuni,” ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Erick mengatakan bahwa Yenny Wahid merupakan komisaris independen dan perwakilan publik yang dapat dipercaya.

Yenny Wahid merupakan putri almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid dan dikenal juga sebagai politisi. Yenny menjabat sebagai direktur Wahid Institute dan hingga kini dia menduduki jabatan tersebut.

Semasa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Yenny sempat mengabdi sebagai staf khusus bidang komunikasi politik.

4. Menteri Erick Ingatkan Pimpinan BUMN Waspada Godaan Harta, Takhta dan Wanita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengomentari isu skandal perselingkuhan yang ada di PT Garuda Indonesia. Seperti diketahui isu ini menjadi viral setelah dibahas di media sosial oleh akun twitter @digeeembok.

Menteri Erick menjelaskan, menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah karena harus dibarengi dengan akhlak.

“Apapun yang kita kerjakan yang penting kan nomor satu akhlak kita, karakter kita, apalagi di Garuda itu semua ada. Kalau dia menjadi salah satu pimpinan, itu pasti kan mendapat nafkah yang banyak,” kata dia.

Selain itu, kata dia, posisi di puncak kepemimpinan sangat rentan dengan banyak godaan. Sebab, seorang pemimpin merupakan pemegang puncak kekuasaan perusahaan.

“Yang problem di Garuda itu dikelilingi perempuan yang cantik-cantik. Kalau kita laki-laki kan tiga hal yang memberatkan, kekuasaan, uang dan wanita,” ujarnya.

Menurutnya, siapapun yang menjadi pemimpin di Garuda Indonesia pasti akan lebih berat godaannya dibanding dengan menjadi pemimpin di perusahaan lain.

“Jadi memang siapapun yang memimpin Garuda adalah tidak mudah, jauh lebih berat dari BUMN lainnya karena 3 hal itu. Perindo itu banyak hubungan dengan ikan, pelabuhan, cool storage, (tidak lihat wanita), apa yang dilihat?” tutupnya sambil tertawa.

5. Jajaran Anyar Diumumkan, Saham Garuda Indonesia Turun

Saham Garuda Indonesia tercatat menurun usai pengumuman dewan direksi dan komisaris yang baru. Usai istirahat makan siang atau tepatnya pukul 14.55 WIB, saham Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok ke titik terendah yaitu 432 per lembar.

Mengutip data BEI, saham perusahaan dengan kode emiten GIAA turun dibanding pembukaan tadi pagi di 456 per lembar. Saat ini, saham Garuda Indonesia hanya mampu naik tipis ke 440 per lembar.

Sebelumnya. PT Garuda Indonesia (Persero) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hasilnya, Irfan Setiaputra ditetapkan menjadi Dirut Garuda Indonesia menggantikan Ari Ashkara.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close