Biografi Singkat Bill Gates dan Jack Ma yang Diklaim sebagai Dewan Pembina Sunda Empire

Abadikini.com, JAKARTA – Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga atau Raden Ranggasasana atau HRH Rangga, mengklaim Jack Ma dan Bill Gates adalah pembina dalam pembuatan empire system di Sunda Empire.

“Otomatis, dia (Jack Ma) gabung sama kami sama Bill Gates. Kami anggap jadi pembina dalam pembuatan empire system,” ujar Raden Rangga.

Tentunya, terlepas dari klaim unik itu, nama Bill Gates dan Jack Ma sangat terkenal. Berikut profil singkat kedua nama besar di jagat teknologi itu.

 

Bill Gates

Bill Gates lahir pada 28 Oktober 1955 di keluarga berada. Ayahnya adalah seorang pengacara dan ibunya pebisnis sukses.

Sejak muda, menurut penuturan ayahnya, Bill Gates memang sudah menunjukkan tanda-tanda kepandaiannya. Sejak usia 10 tahun, Bill Gates menurut penuturan ayahnya sudah sangat suka belajar. Dia sudah tamat membaca World Book Encylopedia dari seri awal sampai akhir.

Orang tuanya pun sangat mendukung hobi yang bagus tersebut. Mereka selalu membelikan buku apapun yang diminta oleh anaknya. Pada usia 11 tahun, Gates sudah aktif bertanya pada ayah soal topik bisnis sampai peristiwa dunia.

Masa muda Bill Gates penuh dengan petualangan. Selain jenius, dia juga dikenal bandel dan suka kebut-kebutan. Tak jarang pula harus berurusan dengan polisi.

Pada umur 13 tahun, Bill menuntut ilmu di sekolah eksklusif, Lakeside School. Dia dikenal sebagai siswa yang sangat pandai di sana. Di rumah, membaca segala macam buku adalah hobinya.

Di sisi lain, Bill Gates mulai tidak suka dikontrol orang tuanya. Pada sebuah makan malam ketika Gates masih remaja, ia berkata cukup kasar pada sang ibu karena sebuah pertengkaran. Sang ayah pun melempar botol minum ke wajah anaknya. Ia kecewa anaknya menjadi bandel.

Gates akhirnya dibawa ke seorang terapis. Sang konselor menyatakan bahwa pada akhirnya, sang anak akan menang dalam ‘pertengkaran’ sehingga disarankan untuk tidak terlalu mengekangnya.

Bill Gates muda.

Ibu dan ayah Gates akhirnya membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan tidak terlalu mengekangnya lagi. Gates pun gemar berpetualang untuk menyalurkan hobinya mengutak atik komputer.

Dia pernah menghabiskan beberapa malam di University of Washington untuk main komputer gratis. Dia pernah pula bekerja paruh waktu sebagai programmer di sebuah power plant di selatan Washington.

Pada usia 20-an tahun, bertambah lagi kenakalannya. Gates memutuskan drop out dari Harvard University. Dia ingin membangun kerajaan bisnis software bersama Paul Allen.

Kala umurnya baru menginjak 22 tahun, Gates pernah ditangkap polisi karena ngebut melebihi batas kecepatan di Albuquerque, New Mexico pada bulan December 1977. Ia memang belum punya SIM kala itu.”Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bisa menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online,” kata Gates dalam sebuah pidato di Universitas Chicago.

Sahabatnya yang juga pendiri Microsoft, Paul Allen menuturkan, Gates memang suka kebut-kebutan dan bukan sekali saja berurusan dengan polisi. Menurutnya itu adalah pelampiasannya setelah begitu keras bekerja demi kejayaan Microsoft.

Ya perlu diingat dengan segala kebandelannya, Gates adalah pekerja keras sejati dan otaknya pun encer. Sering dia melakukan coding bermalam-malam tanpa tidur, sangat gigih untuk mencapai tujuannya.

Dan pilihan Bill Gates untuk drop out memang tepat baginya. Ia bisa fokus mengembangkan Microsoft yang kemudian berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia.

Sistem operasi Windows sampai sekarang masih sangat dominan dipakai di mayoritas komputer. Dan belum ada pesaing yang cukup berarti. Bill pun kerap dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Hartanya kini diestimasi lebih dari USD 100 miliar.

“Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses,” tegas Gates.

Sudah tak aktif di Microsoft sejak tahun 2000, Bill sekarang bersama istrinya sangat aktif di kegiatan kemanusiaan. Yayasan Bill & Melinda Gates Foundation kabarnya adalah yayasan amal terbesar di dunia.

 

Jack Ma

Jack Ma, pendiri perusahaan e-commerce Alibaba yang baru saja pensiun tahun silam, adalah salah satu manusia terkaya di dunia. Hartanya sekitar USD 44 miliar menurut Forbes. Padahal dulu Jack Ma ini pernah ditolak kerja puluhan kali dan kesulitan masuk universitas.

“Ada ujian bagi anak muda untuk masuk ke universitas. Aku gagal tiga kali. Aku memang banyak gagal. Aku mendaftar 30 pekerjaan dan ditolak semua. Aku pernah melamar jadi polisi dan dibilang kamu kurang bagus,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg yang dikutip detikINET.

“Aku bahkan melamar ke KFC ketika mereka buka di kotaku. Ada 24 orang yang melamar pekerjaan di sana. 23 orang diterima. Akulah satu-satunya yang gagal,” tambah Ma menceritakan keakrabannya dengan kegagalan.

Tapi Ma tetap pantang menyerah dan optimistis. Latar belakang keluarganya yang biasa-biasa saja juga tidak menyurutkan langkahnya menggapai keberhasilan.

Jack Ma muda.

Ma lahir di Hangzhou, Zhejiang, China pada 10 September 1964 atau 50 tahun lampau. Dia punya seorang kakak laki-laki dan adik perempuan. Ma tumbuh pada zaman China terisolasi karena komunisme dan keluarganya tak punya banyak uang.

Seperti kebanyakan orang tua di China, ayah ibu Ma mendidiknya dengan keras, tak jarang dengan pukulan. Tapi Ma mengaku menikmati masa kecilnya.

Di sekolah, Ma meski badannya kecil suka berkelahi dengan teman sekelasnya. “Aku tak pernah takut melawan orang yang lebih besar,” kata dia.

Sejak kecil, Ma sudah suka belajar. Ia punya minat besar belajar bahasa Inggris. Pada usia 12 tahun, dia selalu bangun pagi pada pukul lima untuk pergi ke hotel sehingga bisa praktek bicara bahasa Inggris dengan orang asing.

Dia terus melakukan itu selama 9 tahun dan akhirnya menjadi pemandu wisata para turis. Ia berkawan dengan banyak orang asing dan bahkan pernah mengunjungi sebuah keluarga di Australia. Nama Jack sendiri adalah panggilan untuknya dari para turis.

Selesai SMA, dia mencoba ujian nasional masuk perguruan tinggi tapi gagal dua kali. Ma akhirnya memilih kuliah di Hangzhou Normal University yang diakuinya kurang berkualitas. Ia lulus pada tahun 1988 dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Hangzhou Institute of Electronic Engineering dengan bayaran hanya USD 12 per bulan.

Ma sempat mencoba melamar pekerjaan lain, dari restoran KFC, karyawan hotel sampai polisi demi mendapat kesejahteraan lebih baik. Tapi seperti sudah disebutkan, ia tidak diterima satupun.

Ma akhirnya bertekad mendirikan bisnis sendiri. Dia mendirikan perusahaan penerjemahan bahasa, tapi hasilnya kurang memuaskan. Suatu kali, dia sempat diutus sebuah perusahaan China untuk menagih pinjaman dari seseorang di Amerika Serikat. Tapi ia gagal dan malah diancam dengan senjata api.

Namun kepergiannya ke Amerika Serikat pada tahun 1995 itu tidak percuma. Salah seorang temannya di Seattle menunjukkan padanya teknologi internet yang dianggap Ma peluang bisnis menjanjikan. Tahun itu, dia mendirikan perusahaan internet pertamanya, sebuah direktori online bernama China Pages.

Pada tahun 1999, ia mendirikan perusahaan perdagangan online Alibaba dari kamarnya di Hangzhou dengan 17 temannya. Mereka berhasil mengumpulkan pendanaan pertama senilai USD 60 ribu. Pada waktu itu, e-commerce belum dikenal di China.

Ternyata Alibaba kemudian sukses dan banyak menarik perhatian investor. Pada Oktober 1999, perusahaan itu sudah memperoleh investasi USD 5 juta dari Goldman Sachs dan USD 20 juta lagi dari Softbank.

Alibaba terus berkembang pesat. Pada tahun 2005, Yahoo memberikan dana USD 1 miliar pada Alibaba dengan imbalan 40% kepemilikan saham. Sejak saat itu, laju Alibaba tak terbendung dan menghantarkan Ma menjadi orang paling berduit di China.

Pada Maret 2013, tercatat 80% penjualan online di China dilakukan melalui website Alibaba. Ma mundur sebagai CEO Alibaba pada tahun 2013 dan beralih ke posisi Executive Chairman. Mereka berdagang saham sejak September 2014 lalu dan mengumpulkan dana USD 150 miliar.

Meski sudah begitu kaya, Ma dikatakan tetap hidup biasa-biasa saja. “Saya pikir dia tidak berubah banyak, dia masih Ma yang dulu,” kata salah seorang temannya, Xiao Ping Chen. Saat ini usai pensiun, dia mengikuti jejak Bill Gates aktif di kegiatan filantrofi.

Sumber Berita
Detik.com
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close