Kota Surabaya Butuh Walikota Membawa Persebaya Lebih Berprestasi

Abadikini.com, SURABAYA – Surabaya sebagai barometer sepak bola nasional memiliki sejarah panjang dalam prestasi olahraga kulit bundar itu. Mantan Juara Dunia Karate Eropa, Sutjipto Joe Angga (SJA) mengatakan, Kota Pahlawan (Surabaya -red) mencari pemimpin kota yang lebih peduli dan bisa mengangkat Persebaya merajai kompetisi nasional.

“Selain Persebaya, di masa lalu kita pernah punya Niac Mitra dan Assyabaab yang sempat berjaya di era 80-90an. Malah Arsenal pernah kita kalahkan dengan skor 2-0 di Tambaksari tahun 1983 di tangan Niac Mitra,” kenang Angga. Seperti yang dilansir TimesIndonesia. Selasa, (21/1/2020).

Lekatnya Surabaya dan sepak bola, menurut Angga, menjadikan salah satu tantangan kota ini ke depan adalah membawa Persebaya sebagai klub yang lebih profesional dan berprestasi.

Angga menilai Persebaya saat ini sudah dalam track yang baik. Presiden Klub, Azrul Ananda, perlahan mengubah Persebaya menjadi klub yang dikelola secara modern, akuntabel, dan profesional.

“Saya mengapresiasi Mas Azrul yang membawa Persebaya menjadi klub sepakbola profesional. Tidak mudah mengemban tugas itu, tapi dia terbukti mampu. Masa depan Persebaya cerah menurut saya,” kata pria yang juga tokoh pengusaha tersebut

Pria yang juga Juara Eropa Karate Full Body Contact itu menambahkan, kebanyakan klub sepak bola eks perserikatan di masa lalu terlalu menggantungkan diri pada APBD Kota/Kabupaten masing-masing, dan seharusnya itu sudah tidak boleh lagi.

Angga berpendapat, klub sepak bola di Indonesia harus profesional dalam menghasilkan dan mengelola dananya.

“Sepakbola sudah seharusnya menjadi industri yang sehat dan kompetitif seperti di Eropa,” imbuh Bacawali Surabaya ini

Lebih lanjut, Angga yang pernah jadi peserta World Open Karate Tournament di Jepang itu menilai jika Wali Kota Surabaya mendatang perlu memiliki kepedulian lebih tinggi terhadap sepak bola.

“Walikota Surabaya mendatang harus orang yang punya perhatian lebih kepada sepak bola. Harus peduli dengan Persebaya, stadionnya, dan mau menjadikan klub ini lebih berprestasi,” beber Banteng Lawas tersebut.

“Walikota mendatang bisa menjadi fasilitator bagi investor besar yang mau berinvestasi di Persebaya dan menjadikan klub ini juara domestik bahkan Asia,” tambah Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) ini.

Alumni West College London, Inggris itu menilai jalinan persaudaraan kota (Sister City) dengan kota Liverpool pun perlu dimaksimalkan dalam segi pembinaan sepakbola.

“Surabaya sekarang bersaudara kota Liverpool, saya pernah ke sana, karena saya dulu kuliah di Inggris. Jadi saya pikir ke depan, wali kota wajib mengembangkan pembinaan sepakbola kota ini dengan dibantu langsung oleh para ahli pembinaan sepak bola dari Liverpool,” ujar SJ Angga.

Tujuannya tak lain supaya Persebaya bisa jadi klub yang besar di Indonesia dan Asia, ini akan mengangkat mental dan rasa bangga masyarakat Surabaya.

Angga sendiri selain pernah menjadi instruktur dan manajer tim karate Indonesia di kejuaraan dunia empat tahunan yang diselenggarakan IKO Kyokushinkai di Jepang, juga bukan orang baru dalam dunia persepakbolaan.

Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum PSSI Jawa Timur. Pada masa ia duduk di kepengurusan, sederet prestasi ditorehkan PSSI Jatim, seperti Persik menjuarai Divisi Utama 2001, Petro Kimia Gresik Juara Divisi Utama 2003, Persid Jember Juara Nasional Divisi Satu, dan Persela Juara Nasional Divisi 2.

Pada masa Angga, PSSI Jatim juga memecahkan rekor MURI, yaitu klub-klub dalam satu Pengda Jatim menjadi juara kompetisi di semua divisi. Ditambah lagi, Jatim tampil sebagai Juara Nasional Kompetisi Usia 15 tahun; Juara Nasional Kompetisi Usia 12 tahun, Juara Nasional Piala Suratin, dan meraih Medali emas PON 2004 di Sumatra Selatan.

Bakal calon Walikota Surabaya itu mengaku berhasrat melihat persepakbolaan Surabaya lebih maju dan memiliki sekolah-sekolah sepakbola berkualitas internasional.
Pembangunan olah raga di Surabaya diketahui juga menjadi bagian dari Industri Olah Raga yang menjadi visi misi Angga, seperti termaktub dalam Panca Industri dan Panca Solusi yang ia tawarkan pada masyarakat.

“Pembinaan sejak usia dini adalah kunci, sehingga kita tak hanya bisa mengimpor pemain asing, tapi juga melahirkan pemain-pemain berkelas internasional. Kita bisa meniru pembinaan sepakbola di Liverpool FC, atau juga sekolah sepakbola De Meer di Amsterdam, Belanda,” katanya.

Angga mengaku Arsenal pernah menyatakan setuju memberi lisensi pembinaan sepak bola di Surabaya ketika dirinya masih menjadi pengurus PSSI Jatim.

Menanggapi opini elemen masyarakat bahwa pembinaan olah raga di Surabaya idealnya berada di bawah kepemimpinannya, karena latar belakangnya sebagai mantan atlet berprestasi, Angga enggan berkomentar Bursa Calon Wali Kota.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Relawan Semanggi Suroboyo (RSS), nama-nama kuat yang berada bursa Pilwali Surabaya, antara lain adalah Machfud Arifin (Eks Kapolda Jatim), Sutjipto Joe Angga (PDIP), Puti Soekarno (PDIP), Dhimas Anugrah (PSI), Eri Cahyadi (Birokrat), Zahrul Azhar Asad/Gus Hans (Golkar), Whisnu Sakti Buana (PDIP), Untung Suropati (PDIP), Dyah Katarina (PDIP), Gamal Albinsaid (Gerindra), Dwi Astutik (Muslimat NU), Armuji (PDIP), dan Firman Syah Ali (ASN).

“Pak Eri Cahyadi punya pengalaman mengelola kota Surabaya, jadi dia tahu Persebaya itu aset penting warga Surabaya. Pak Eri punya kans. Kalau Pak Machfud Arifin itu figur berwibawa, mantan Kapolda Jatim, jadi pasti punya pengaruh. Pak Jokowi menang di Jatim kan Pak Machfud yang jadi Ketua Tim Kemenangan Daerahnya,” kata Ketua RSS Radit Anggara.

“Gus Hans, beliau tokoh agama yang dekat dengan urusan sepakbola. Beliau Presiden Football for Peace, pasti paham sepakbola. Beliau punya potensi kalau saya lihat,” beber Radit.

Ia menambahkan, “kalau Cak Dhimas Anugrah, dia politisi muda dari PSI. Orangnya sangat cerdas, cakap di manajemen, dan punya pengalaman melihat langsung pengelolaan klub sepakbola di Inggris. Dia sudah ke Old Trafford Stadium, Manchester, dan Anfield Stadium, Liverpool,” paparnya.

“Kalau Pak Angga, saya lihat punya semangat membangun Surabaya. Secara finansial beliau sangat baik. Saya pikir beliau pasti akan sungguh-sungguh membangun Persebaya, apa lagi beliau eks pengurus PSSI Jatim, jadi ada pengalamanlah,” tambahnya.

Di luar nama-nama tersebut di atas, menurut Radit masih sangat mungkin akan muncul figur-figur baru. Politik itu cair dan fleksibel, katanya. Namun, Radit berharap partai-partai tidak keliru memilih kadernya untuk maju ke kontestasi Pilwali 2020.

“Partai-partai jangan keliru usung calon wali kota atau wakil wali kotanya, pertimbangkan misi-visi dan kemampuan orang itu dalam mengelola kota Surabaya, juga membangun Persebaya. Ini penting sekali,” tutup Radit.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button