Petani diharapkan Gunakan Teknologi dalam Bercocok Tanam

Abadikini.com, JAKARTA – Pelarangan membakar sudah menjadi problem yang sering dibicarakan kalangan masyarakat, khususnya para peladang. Oleh karena itu, untuk menjawab permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Batara ialah untuk beralih ke penggunaan teknologi.

“Jadi kita berharap petani di Batara ini terus memacu teknologi bercocok tanam dengan tidak lagi berharap dengan kadar alam, tetapi sudah berorientasi teknologi. Oleh karena itu, kami melakukan pelatihan di Desa Rimba Sari untuk pengoperasian alat alsintan,” kata Kadis Pertanian Kabupaten Batara, Ir Setia Budi, Minggu (19/1/2020).

Pelatihan tematik operator alsintan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan kepada petani khususnya kelompok unit pengelola jasa alsintan (UPJA). Pelatihan itupun dilaksanakan selama dua hari, di Desa Rimba Sari, Kecamatan Teweh Tengah.

Kadis Pertanian Batara menjelaskan, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan bagi petani khususnya operator alsintan.

“Agar bisa mengoperasikan alat bantuan pemerintah tersebut secara baik dan benar, serta memiliki pengetahuan mengoperasikan alat tersebut,” ujarnya.

Pembelajaran tematik ini sendiri dimaksudkan untuk memberi pengetahuan mengoperasionalkan sesuai dengan kondisi tanah, dan juga merawat alat tersebut. Sebab, di dalam sistem budi daya pertanian, khususnya komoditi tanaman pangan pengolahan tanah merupakan satu keharusan untuk memperoleh produksi yang optimal dan menguntungkan.

“Ini kita harapkan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Batara, khususnya bagi para peladang yang bercocok tanam. Tidak lagi berharap dengan kadar alam, tetapi sudah berorientasi ke teknologi,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button