Sejak Jumat Malam Diguyur Hujan, Puluhan Rumah di Kebon Jeruk Kembali Terendam Banjir

Abadikini.com, JAKARTA — Puluhan rumah di Jalan Kebon Jeruk Baru, Kebon Jeruk Jakarta Barat kembali terendam banjir karena curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta sejak Jumat (17/1/2020) malam.

Genangan yang muncul pada Sabtu dini hari sekitar 70 sentimeter, membuat warga di kawasan tersebut segera mengevakuasi perabotan di tempat tinggi. “Sejak Subuh kami sibuk memindahkan barang-barang ke atas,” ujar salah satu warga di kawasan tersebut, Hendra.

Hendra mengatakan sejumlah saluran Kali Anak Pesanggrahan, yang melintas di pemukiman warga, tak dapat menampung debit air dan menyebabkan banjir.

Saluran Kali Anak Pesanggrahan diduga mampet sehingga tak dapat mengalirkan air ke Kali Pesanggrahan. Pantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada pukul 09.00 WIB menunjukkan Kali Pesanggrahan dalam status normal atau siaga 4.

“Genangan sudah masuk ke rumah, jadi kami ungsikan anak-anak ke lantai atas,” kata Hendra. Untuk sementara waktu, Jalan Kebon Jeruk Baru sempat ditutup. Namun sebagian kendaraan roda dua masih dapat melintas.

Secara terpisah, pintu air Manggarai hingga pukul 08.30 WIB berstatus siaga tiga dengan ketinggian air mencapai 754 centimeter (cm),menyusul hujan yang mengguyur Ibu Kota Jakarta, sejak Sabtu (18/1) dini hari.

Dikutip lamaan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Sabtu pagi, disebutkan, pintu air Manggaraiyang dialiri Sungai Ciliwung ini jika status normal atau siaga empat, tinggi airnya di bawah 750 cm.

Sementara itu, pantauan televisi sirkuit tertutup (Closed Circuit Television/CCTV) di lokasi itu dilaporkan, alat berat sedang membersihkan tumpukan sampah di pintu air.

Naiknya status pintu air Manggarai, ikut mempengaruhi seluruh pintu air di aliran Sungai Ciliwung yakni pintu air Istiqlal berstatus siaga dua dengan tinggi air 335 cm. Status normal pintu air Istiqlal di bawah 250 cm.

Selanjutnya pintu air Jembatan Merah berstatus siaga satu dengan ketinggian air 222 cm. Status normal atau siaga empat, ketinggian air di pintu air tersebut di bawah 100 cm.

Selain itu, beberapa pintu air lainnya terpantau berstatus siaga tiga diantaranya pintu air Hek di Kali Baru Timur dengan tinggi air 157 cm, atau jauh di bawah status normal atau siaga empat di bawah 100 cm.

Pintu air Karet di Banjir Kanal Barat dengan tinggi air 540 cm (normal di bawah 450 cm). Pintu air Pompa Kali Duri dengan tinggi air 239 cm(normal di bawah 220 cm).

Dua pintu air di Jakarta Utara yang mengukur masuknya air laut ke daratan berstatus siaga dua. Pintu air Marina Ancol dengan tinggi air 205 cm (normal di bawah 170 cm.) Pintu air Pasar Ikan dengan tinggi air 199 cm (normal di bawah 170 cm.)

Sumber Berita
Republika
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close