Erick Thohir Sebut Likuiditas Asabri Masih Aman

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan likuiditas PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI atau Asabri (Persero) dalam kondisi aman. Seperti diketahui, perusahaan tersebut dalam masa penyidikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus gagal bayar klaim Rp13,7 triliun.

“Likuditas Asabri dijamin aman karena ‘cash flow’ asetnya semua masih bagus, beda dengan Jiwasraya yang sudah sangat (mengalami kerugian) ya begitu,” kata Erick Thohir di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Rabu (15/1/2020).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan ada dugaan kasus korupsi di PT Asabri mencapai sekitar Rp10 triliun. Salah satu masalah yang muncul dalam tubuh perusahaan asuransi yang mengelola dana dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri itu adalah terkait pengelolaan investasi.

“Saya rasa karena konsepnya Asabri lebih asuransi yang sudah domain pemerintah tentu ‘cash flow’ yang diberikan sangat konsisten dari Menteri Keuangan, jadi tidak ada isu ‘cash flow’ berhenti apalagi buat para prajurit itu pasti dijamin,” imbuhnya.

Asabri diduga melakukan investasi pada saham-saham gorengan. Dari kompilasi Asabri tercatat memiliki 15 saham yang sahamnya sempat dimiliki periode Desember 2018 hingga September 2019, nilai investasi PT Asabri (Persero) di 12 perusahaan berpotensi turun sebesar Rp7,46 triliun (-73,14 persen) menjadi Rp2,13 triliun dari awal penghitungan Rp10,2 triliun.

“Tapi di sisi lain, ketika ada investasi di saham, nah itu kan sama, itu saya rasa dari Kapolri sendiri sudah ada instruksi tersendiri kan,” jelasnya.

Asabri Rugi Akibat Salah Tempatkan Saham

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membenarkan bahwa PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) alami kerugian akibat salah menempatkan investasi di 14 emiten yang sahamnya anjlok.

“Asabri kita tunggu panggilan dari pak Menkopolhukam (Mahfud MD), tapi kita sudah lihat. Memang ya seperti yang disampaikan itu, ada kerugian di portofolio sisi sahamnya,” jelasnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

Kendati demikian, dia belum bisa menyebut seberapa besar angka kerugiannya. “Tapi memang ada penurunan nilai di sisi sahamnya, Reksadana,” dia menambahkan.

Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri tersebut mengatakan, penurunan nilai saham tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Untuk itu, Kementerian BUMN turut menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengatasi masalah ini.

“Kita lagi menginvestigasi dengan BPK, jadi belum terlihat dari kapannya (kerugian nilai saham terjadi). Tapi ini sudah cukup lama,” terang Kartika.

Sumber Berita
Merdeka

Baca Juga

Back to top button