Sekolah di Solo Keluarkan Siswi karena Ucapan Selamat Ulang Tahun, KPAI: Lebay

Abadikini.com, JAKARTA — Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan Retno Listyarti menilai berlebihan keputusan pihak salah satu sekolah di Solo, Jawa Tengah yang mengeluarkan siswinya.

AN, seorang siswi kelas VIII dikeluarkan dari sekolah karena telah melakukan sejumlah pelanggaran.

Salah satunya mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman laki-laki di sekolah yang sama.

“KPAI menilai sekolah terlalu berlebihan menetapkan aturan sekolah dan menerapkan sanksi,” kata Retno, dalam keterangannya, Minggu (12/1/2020).

Dia menyayangkan keputusan sekolah yang mengeluarkan AN karena dianggap melakukan pelanggaran berat, yaitu dianggap berlebihan bersikap terhadap lawan jenis.

Menurut dia, sekolah melanggar hak atas pendidikan AN karena mengeluarkan secara tidak adil dan berpotensi menimbulkan stigma negatif bagi AN ketika dia bersekolah di tempat lain.

“Ini juga bisa dikatakan sebagai kekerasan psikis terhadap AN,” kata dia.

Dia menilai sekolah tidak pernah melibatkan anak dan tidak pernah mendengarkan suara anak dalam menetapkan aturan tersebut.

Selain itu, kata dia, sekolah tidak memahami psikologi anak dan psikologi perkembangan anak. Dia menjelaskan, anak usia remaja 13-15 tahun (SMP/sederajat) memang dalam fase mulai memperhatikan lawan jenis. Seharusnya, kata dia, anak dikontrol dan diedukasi.

“Berteman (atau mungkin saling suka pada lawan jenis,-red) dan mengucapkan selamat ulang tahun terhadap siapapun adalah merupakan hak anak dan bagian dari proses tumbuh kembangnya sebagai remaja,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah kabar yang menyebut salah satu SMP di Solo mengeluarkan siswinya karena mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman sekolah laki-lakinya viral di media sosial.

Dikutip dari TribunSolo.com yang telah melakukan penelusuran terkait kabar yang beredar tersebut dan sekolah yang dimaksud ialah SMP IT Nur Hidayah Solo.

Pihak sekolah membenarkan telah menyerahkan kembali salah seorang siswi kepada orang tuanya.

Namun, Kepala SMP IT Nur Hidayah Solo, Zuhdi Yusroni kurang berkenan untuk membuka secara gamblang kronologis kejadian tersebut.

Itu dilakukan untuk menjaga nama baik siswi tersebut.

“Mohon maaf, saya tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan kronologisnya untuk menjaga nama baik siswi,” ujar Zuhdi dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (11/1/2020).

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close