Kurangi Curah Hujan di Jabodetabek, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Abadikini.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan modifikasi cuaca pada Senin (6/1/2020). Dengan modifikasi cuaca ini diharapkan curah hujan di wilayah Jabodetabek akan berkurang sehingga mengurangi potensi banjir.

Garam alias natrium klorida (NaCl) sebanyak 6,4 ton disemai di awan dengan menggunakan pesawat jenis CN295 dan CASA 212-200 pada Senin (6/1/2020). Langkah itu dilakukan dalam operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

“Guna mengalihkan potensi awan hujan sebelum hujan lebat masuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi),” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

BPPT, kata dia, melaporkan penyemaian dilakukan berdasarkan data pertumbuhan awan yang didominasi faktor gerakan massa udara secara horizontal di awan. Wilayah penyemaian dilakukan di wilayah barat daya, barat, dan barat laut Jabodetabek.

Agus menuturkan hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek pada sore harinya. Hingga kini, bahan semai jenis garam yang digunakan telah mencapai 25,6 ton.

Berdasarkan data BNPB, hingga Senin (6/1/2020), sebanyak 67 korban meninggal akibat banjir dan longsor di Jabodetabek. Satu orang dinyatakan hilang.

BNPB mengimbau masyarakat selalu siap siaga menghadapi potensi bahaya dari cuaca ekstrem sepekan ini. Ancaman banjir bandang, longsor, angin kencang, dan angin puting beliung, perlu diperhatikan serius.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button