Polemik Suaka, Bolivia Usir Diplomat Meksiko dan Spanyol

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Interim Bolivia, Jeanine Anez, memutuskan mengusir Duta Besar Meksiko dan dua diplomat Spanyol. Penyebabnya adalah perwakilan kedua negara itu mencoba membawa mantan staf khusus eks presiden Evo Morales, Juan Ramon Quintana, yang ditetapkan sebagai buronan keluar dari negara itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/12), Anez menyatakan para diplomat tersebut melanggar kedaulatan serta undang-undang dasar Bolivia. Dia memberikan tenggat selama 72 jam bagi ketiga diplomat itu untuk angkat kaki dari Ibu Kota La Paz.

“Pemerintah yang saya pimpin saat ini memutuskan untuk mendeklarasikan status persona non grata (orang yang tidak diinginkan) terhadap Duta Besar Meksiko untuk Bolivia, Maria Teresa Mercado, dan pelaksana tugas serta konsul Spanyol, Cristina Borreguero dan Alvaro Fernandez,” kata Anez.

Quintana dan sekitar 10 mantan pejabat di era pemerintahan Morales bersembunyi dan meminta suaka di Kedutaan Besar Meksiko sejak 10 November lalu. Pemerintah Bolivia menjerat Quintana dan mantan menteri Wilma Alanoca serta sejumlah orang dekat Morales dengan sangkaan makar dan terorisme.

Pemerintah Bolivia juga menolak mengizinkan seluruh orang dekat Morales untuk keluar dari negara itu. Pada Jumat pekan lalu, dua diplomat Spanyol tersebut dilaporkan mendatangi Kedutaan Besar Meksiko dan berusaha mengeluarkan Quintana.

Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan dua diplomat Spanyol itu kesulitan ketika hendak kembali usai mengadakan kunjungan karena kendaraan mereka dicegat oleh aparat Bolivia, dengan alasan pemeriksaan keamanan. Saat itu pemerintah Bolivia memerintahkan Borreguero dan Fernandez untuk berjalan kaki keluar dari kedubes Meksiko, tetapi keduanya menolak.

Pemerintah Bolivia lantas mengirim kendaraan dinas pemerintah untuk menjemput keduanya. Namun, hal itu justru dianggap menambah pelik masalah.

Akan tetapi upaya tersebut gagal. Menteri Luar Negeri Bolivia, Karen Longaric, menjamin pengusiran tiga diplomat tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan dengan Meksiko dan Spanyol.

Meski begitu, Spanyol memutuskan membalas tindakan Bolivia dengan menetapkan status persona non grata terhadap tiga orang diplomat Bolivia. Mereka memberikan waktu tiga hari supaya mereka pergi dari Spanyol.

Spanyol juga membantah tuduhan hendak membantu mengeluarkan orang-orang dekat Morales dari Bolivia.

“Pelaksana tugas duta besar kami hanya melakukan kunjungan balasan dan tidak memfasilitasi orang-orang yang berada di dalam gedung tersebut,” demikian isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Spanyol.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, memutuskan memberikan suaka dan menyatakan Morales adalah korban “kudeta”. Hubungan kedua negara sempat tegang akibat hal itu, tetapi saat ini sudah mereda.

Argentina juga memutuskan memberikan suaka kepada Morales. Dia memutuskan mengundurkan diri pada November lalu akibat unjuk rasa besar-besaran antara pendukungnya dan kelompok oposisi sayap kanan terkait hasil pemilihan umum.

Kelompok oposisi menuduh Morales merekayasa hasil pemilu.

Sampai saat ini kepolisian Bolivia menyiagakan polisi dan membuat penjagaan di sekitar kedubes Meksiko. Mereka memeriksa seluruh kendaraan yang lalu lalang dan keluar masuk bangunan tersebut, dan bahkan menerbangkan wahana nirawak (drone) memasuki lahan kedutaan.

Pemerintah Bolivia mengancam Meksiko akan menghadapi masalah jika kedutaan mereka tidak melepaskan sejumlah orang dekat Morales. Meksiko membalasnya dengan menyatakan pemerintah Bolivia melakukan upaya intimidasi dan mempermalukan mereka.

Sumber Berita
CNN Indonesia
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close