Menteri Agama Kunjungi Lokasi Pendirian Gedung PLHUT Alor, Kakankemenag Harapkan 2020 Sudah Bisa di Bangun

Abadikini.com, KALABAHI – Kementerian Agama terus berupaya memberikan pelayanan dan kemudahan bagi umat Islam yang akan melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Inovasi terbaru adalah pendirian-pendirian Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) di Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.

Menteri Agama Fachrul Razi saat menghadiri perayaan Natal Oikumene di Kabupaten Alor pada Sabtu-Ahad (28-19/12) lalu menyempatkan diri melihat lokasi rencana pembangunan pendirian Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kemenag Kabupaten Alor di jalan  Kelimutu No. 1 Kalabahi, Ahad (29/12).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Alor Muhammad Marhaban mengatakan kepada Menteri Agama saat mengunjungi kantornya untuk melihat lokasi rencana pembangunan gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) bahwa proses dan syarat-syarat telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Penyelengaraan Haji dan Umroh RI.

“Saya bilang ke pak Menteri bahwa proses dan pengajuannya sudah kami kirim ke Jakarta jadi bapak menteri tolong lihat lokasinya, setelah dia lihat, lalu dia bilang ke sekertarisnya untuk mencatat dalam agendanya. Prosesnya sudah di jalankan tinggal menunggu teman-teman dari Jakarta datang untuk menyurvei saja, jadi responnya baik. rencana Gedung PLHUT nanti akan dibangun 2 lantai,” kata Marhaban kepada Abadikini.com melalui sambung telepon, Selasa (31/12/2019).

Menurut Marhaban, proses pembangunan Gedung PLHUT Kemenag Alor akan segera dibangun setelah anggaranya cair pada 2020 nanti. Diperkirakanya, proses pembangunan kurang lebih 3-4 bulan.

“Saya berharap bahwa dengan adanya kunjungan pak menteri agama ini bahwa tahun 2020 itu harus segera di bangun Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT) Kementerian Agama Kabupaten Alor. Diperkirakan 3-4 bulan sudah bisa selesai proses pembangunannya,” ujarnya.

Marhaban menuturkan, setelah Menteri Agama melihat lokasi pendirian PLHUT Menteri Fachrul Razi juga melihat fisik bangunan kemenag Alor yang akan juga direhab total, pasalnya kata dia, Gedung Kantor Kemenag Alor sudah 4 kali terkena gempa.

“Setelah itu baru saya tunjukkan kantor, kantor kami ini juga sudah terkena gempa kurang lebih 4 kali jadi kita juga meminta untuk merehab berat dan itu kemungkinan di tahun 2021. Proses kajian dan usulan juga sudah kami sampaikan ke Kementerian Agama RI melaui Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang,” tutur Marhaban.

Untuk itu, Marhaban berharap agar pengajuan anggaran untuk pembangunan Gedung PLHUT dan Rehab Gedung Kantor Kemenag Alor segera bisa dilakukan proses pembangunan pada tahun 2020 dan 2021 nanti setelah Menteri Agama melihat lokasi dan gedung kemenag Alor dua hari lalu.

“Harapan saya agar kedua permohonan kami itu bisa terwujud di tahun 2020 dan 2021, untuk Gedung Haji di 2020 dan untuk rehab Gedung Kantor Agama di 2021. Dengan estimasi sekitar 2 miliar untuk pelayanan haji sedangkan untuk rehab gedung sekitar kurang lebih 3 miliar,” harapnya.

Marhaban menambahkan, Sebenarnya Kemenag Alor membutuhkan gedung baru yang layak, karena menurut dia, kantor pelayanan haji yang ada sekarang ruangnya sangat kecil dan itu tidak memungkinkan untuk melakukan pelayanan haji dengan nyaman.

“Kasian jamaah haji yang datang kami layani di ruang yang sangat kecil itu. Untuk itu saya meminta jangan melihat berdasarkan kuota tapi pada pelayanan yang baik dan layak. karena itu kita minta untuk dibangunkan gedung baru khusus untuk pelayanan ibadah haji,” tegasnya.

“Kami sudah menyiapkan sebidang tanah dengan ukuran kurang lebih 20×30 meter persegi dan sertifikat atas nama kemenag,” pungkasnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close