Trending Topik

Ferdinand Tuding Erick Thohir Bermain dalam Kasus Jiwasraya ‘Gagal Bayar’

Abadikini.com, JAKARTA – Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, dalam akun Twitternya, @FerdinandHaean2, mengatakan bahwa Kementerian BUMN telah melakukan rekayasa terkait kronologi skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pasalnya dalam kronologi tersebut disebutkan bahwa masalah Jiwasraya terjadi pada saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia pun turut mempertanyakan kenapa sampai Jiwasraya mampu membeli saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA), yang merupakan perusahaan yang didirikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Kasus Jiwasraya PSI Tak Bisa Berbuat Apa-apa Hanya Mingkem

“Kemarin @KemenBUMN merilis kronologi skandal gagal bayar Jiwasraya. Menurut saya, rilis tersebut adalah rekayasa untuk buang badan oleh pemerintah dengan membangun cerita yang tak faktual. Kalau sudah bermasalah keuangan sejak lama, KENAPA BISA JIWASRAYA BELI SAHAM MAHAKA MILIK @erickthohir?” sebutnya dalam akun twitter Jumat (27/12/2019).

Ferdinand mengatakan bahwa laporan keuangan Jiwasraya bertahun-tahun positif dan membukukan laba bersih sejak masalah utang selesai pada era SBY. Bahkan sedang dalam puncak kesuksesan sejak 2009 hingga bisa jadi sponsor klub elit Liga Inggris dan investasi beli saham.

Baca Juga: MAKI Sebut Empat Orang Layak Jadi Tersangka, Begini Peran Mereka dalam Kasus Jiwasraya

“Apa yg merasukimu wahai @KemenBUMN @erickthohir?” cuit dia lagi.

Baca Juga: Terungkap, Orang Yang Bertanggung Jawab Kasus Jiwasraya Disebut Lingkaran Istana, Berikut Profil Hary Prasetyo

“Tak perlulah @KemenBUMN plintir fakta tentang Jiwasraya dengan merekayasa cerita agar seolah-olah ini masalah warisan. FAKTA BAHWA ERA 2009-2014 JIWASRAYA MAMPU MEMBAYAR NASABAH, MEMBUKUKAN LABA BERSIH, MENJADI SPONSOR KLUB ELIT, INVESTASI BELI SAHAM. GAGAL BAYAR PADA 2018 ERA JOKOWI,” tutupnya.

Dilansir dari CNNIndonesia, Kementerian BUMN telah membongkar kronologi gagal bayar dan dugaan mega korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak 2006. Hal itu dipaparkan dalam informasi kronologi yang disebarkan kepada media.

“Permasalahan likuiditas PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejatinya sudah terjadi sejak 2006 silam. Banyak pihak mulai ‘buang badan’ menyelamatkan diri,” ujar Kementerian BUMN dalam informasi tersebut, dikutip Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: Said Didu: Aneh, Eks Dirkeu Jiwasraya Masuk Istana Saat Perusahaan Sakit

Ihwal persoalan dimulai pada Desember 2006, saat ekuitas Jiwasraya tercatat negatif Rp3,29 triliun. Setelah itu, pada April 2008, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengeluarkan laporan audit terhadap Jiwasraya untuk laporan keuangan 2006 dan 2007 dengan pendapat disclaimer.

“Akuntansi Jiwasraya tidak dapat diandalkan untuk mendukung kewajiban manfaat polis (cadangan) dan penyajian informasi cadangan tidak dapat diyakini kebenarannya,” tulis Kementerian BUMN.

Baca Juga

Back to top button