Hadi Rudyatmo Tak Senang Maruarar Sirait Ikut Campur Pilkada Solo

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), mempertanyakan pernyataan Maruarar Sirait yang menyebutnya akan mendukung siapapun calon PDIP meski bukan pilihannya di Pilkada Solo 2020.

Rudy mengatakan semua orang berhak berbicara mengenai Kota Solo, namun dia meminta mereka menahan diri dan berpikir jernih. Rudy tidak ingin pernyataan yang disampaikan politikus justru berpotensi memecah belah warga.

“Maruarar orang Jakarta kok mengomentari Solo. Kita enggak usah berandai-andai. Semua punya hak [berkomentar],” kata Rudy seperti dilansir dari laman Suara.com, Selasa (24/12/2019).

Sebelumnya, Maruarar Sirait dalam diskusi CrossCheck Medcom bertema Jokowi Langgengkan Politik Dinasti? di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019), mengklaim Rudy akan mendukung siapapun calon Wali Kota Solo yang diusung PDIP. Saat ini, salah satu nama yang berpeluang mendapatkan rekomendasi adalah Gibran Rakabuming Raka.

“Rudy itu kader senior yang sudah tahu pahit manisnya dalam politik. Begitu ada keputusan, meski beda dengan pilihannya, saya yakin ia akan menjadi jurkam bagi calon yang diusung [PDIP],” ujar Maruarar.

Terkait itu, Rudy kembali menekankan keputusan DPC PDIP Solo menunjuk Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sudah sesuai aturan partai. Menurutnya, DPP mengarahkan agar DPC memilih petahana.

“Tugas saya sudah selesai sesuai Peraturan Partai No. 24/2017, DPP memberikan penghargaan agar DPC memilih calonnya sendiri, diutamakan petahana. Siapa petahananya? Ya, Purnomo, yang saat ini Wakil Wali Kota, dan Teguh, sebelumnya Ketua DPRD. Penjaringannya tertutup,” ucapnya.

Terkait adanya rumor sukarelawan yang ingin rekomendasi turun ke putra sulung Presiden Jokowi, Rudy kemudian menyebut suka atau tidak suka para sukarelawan yang bergerak berasal dari mesin pertai.

“Saya enggak ada persoalan. Sukarelawan yang bergerak itu mayoritas adalah massa partai. Tapi kalau dipungkiri, ya biar saja, mereka tidak paham politik. Saya maklum saja. Ini kan sebenarnya ranah internal, lalu ngapain mereka bengok-bengok (teriak),” tutupnya.

Baca Juga

Back to top button