Erdogan Tegaskan Turki Tak Bisa Lagi Tampung Pengungsi Baru dari Suriah

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Eropa bahwa Turki tidak lagi bisa menampung pengungsi baru dari Suriah.

Puluhan ribu warga Suriah melarikan diri ke perbatasan Turki untuk menghindari konflik di tengah bombardir oleh tentara Suriah dan Rusia yang menyerang kelompok pemberontak.

“Turki tidak dapat menangani gelombang pengungsi baru dari Suriah,” kata Erdogan dikutip dari AFP via CNN, Selasa (24/12).

Saat ini sekitar tiga juta orang tinggal di Idlib, wilayah di Suriah yang didominasi kelompok pemberontak. Rezim Damaskus telah berulang kali bersumpah untuk mengambil kembali kendali provinsi itu.

Menurut Erdogan, lebih dari 80.000 orang dari Idlib melarikan diri ke daerah-daerah dekat perbatasan Turki.

Jika gelombang pengungsi meningkat, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak boleh memikul beban migran itu sendirian.

“Efek negatif dari tekanan ini pada kami akan menjadi masalah yang dirasakan oleh semua negara Eropa, terutama Yunani,” katanya.

Dia juga mengingatkan lagi krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia II pada 2015 di mana lebih dari satu juta orang melarikan diri ke Eropa.

Turki saat ini menampung 3,7 juta pengungsi dari konflik di Suriah yang sudah berlangsung selama delapan tahun.

Berdasarkan perjanjian dengan Uni Eropa pada 2016, Turki sepakat untuk mencegah pengungsi membanjiri Eropa dengan imbalan 6 miliar euro dan bebas visa untuk warganya.

Namun seiring berjalannya waktu, Turki mengkritik pemberian bantuan dari Brussels.

Meskipun berseberangan dalam perang saudara di Suriah, Turki dan Rusia telah bekerja sama untuk menyelesaikan konflik.

Erdogan mengatakan bahwa delegasi Turki akan pergi ke Moskow pada Senin untuk membicarakan masalah ini. Itu merupakan bagian dari upaya Turki untuk mengakhiri serangan di Idlib.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close