Lapas Sukamiskin Direnovasi Setelah Ada Temuan Ombudsman Terkait Fasilitas Mewah Napi Koruptor

Abadikini.com, BANDUNG – Komisioner Ombdusman Adrianus Meliala menyampaikan bahwa Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat sedang direnovasi dalam rangka menerapkan standar yang sama bagi setiap narapidana.

Adrianus mengatakan bahwa langkah itu diambil Kementerian Hukum dan HAM setelah kunjungan Ombudsman pada September 2019.

Dari kunjungan sebelumnya, Ombudsman menemukan fasilitas mewah, salah satunya pada sel terpidana kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto yang lebih besar dan lebih mewah dibanding sel napi lainnya.

“Kemudian disambut baik oleh pihak Kemenkumham dengan cara mereka membuat satu proyek yakni proyek renovasi untuk mengembalikan semua fasilitas tersebut menjadi standar kembali,” ujar Adrianus, Minggu (22/12/2019) dilansir dari Kompas.com.

Kemudian, pada Jumat (20/12/2019), Adrianus datang untuk melihat proses renovasi atas undangan Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat (kakanwil).

Menurut dia, proyek renovasi tersebut sudah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun.

Dalam kunjungan tersebut, Adrianus melihat sel Setya Novanto; mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin; dan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Djoko Susilo.

Ternyata, sel ketiga napi tersebut masih belum kembali ke standar, misalnya, lantainya ada yang menggunakan marmer dan kasur springbed.

Namun, Adrianus mengungkapkan bahwa sel Djoko Susilo tidak semewah dua terpidana kasus korupsi lainnya.

“Kalau untuk Djoko Susilo relatif lebih jelek (selnya) ya, entah mengapa lebih jelek dibandingkan (sel) Nazaruddin dan Setya Novanto,” tutur dia.

Menurut dia, pihak kakanwil serta kalapas tidak mengetahui perihal temuan itu. Kakanwil, kata dia, langsung memanggil pihak kontraktor terkait hal tersebut.

“Dia (kakanwil) enggak suka dengan hal seperti ini dan kemudian memanggil kontraktor dan meminta agar hal ini diperbaiki sesuai dengan spesifikasinya dan mengancam bahwa kalau tidak distandarkan seperti spesifikasinya maka dia tidak mau bayar sisa kontrak yang sudah disepakati,” ujar dia.

Adrianus mengatakan bahwa kakanwil juga berkoordinasi dengan tim cagar budaya perihal renovasi tersebut.

Sebab, Lapas Sukamiskin merupakan bangunan cagar budaya. Sementara itu, sel ketiga napi koruptor itu telah dimodifikasi.

Setiap kamar tahanan yang ditempati Setnov, Nazaruddin, dan Djoko Susilo terdiri dari dua sel yang dijebol dan dijadikan satu.

“Kakanwil sedang menimbang-nimbang apakah akan menutup kembali bagian yang sudah dijebol itu atau membiarkannya karena kalau ditutup pun kan sudah tidak sama seperti sebelumnya. Makanya dia akan berkonsultasi dengan dinas cagar budaya,” ucap Adrianus.

Sumber Berita
Kompas.com

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button