Iwan Fals Kritik Elite Politik Jangan Nyinyirin Pemimpin Terdahulu

Abadikini.com, JAKARTA  – Iwan Fals memberikan kritikan kepada para elit Indonesia yang kerap mengkritik pendahulunya. Iwan Fals bahkan mempertanyakan kapan para elit berhenti atas tingkah tersebut.

Gini lo, jaman Bung Karno ngelawan penjajah, jaman Pak Harto nyalahin Bung Karno, jaman Habibi Timor Timur lepas, Jaman Gusdur ngritik Pak Harto, Jaman Bu Mega, nganuin Gusdur, Jaman SBY nyinyirin Mega, Jaman Jokowi nyinggung SBY…lha kapan benernya elit2 itu…,” kata Iwan Fals dalam kicauannya, Minggu (22/12/2019).

Kicauan Iwan Fals ini datang setelah ramai pemberitaan Jokowi dianggap menyinggung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono atas masalah yang membelit Jiwasraya.

“Ini adalah persoalan yang sudah lama sekali. Mungkin, 10 tahun lalu. Problem ini sudah, mungkin, tiga tahun, kami tahu dan ingin menyelesaikan masalahnya. Tetapi, ini bukan masalah yang ringan,” ujar Jokowi di Balikpapan, Rabu (18/12/2019) lalu.

Pernyataan itu ditanggapi negatif oleh sejumlah politikus Partai Demokrat. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta agar Jokowi tidak memakai alasan sejarah dengan menyalahkan pemerintah sebelumnya terkait masalah keuangan di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Politikus Demokrat Andi Arief menilai sikap sering menyalahkan yang dilakukan Jokowi ‘kambuh’ lagi dalam menyikapi kasus Jiwasraya. Ia heran Jokowi menyalahkan periode pemerintahan presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) padahal kejadiannya di masa pemerintahannya saat ini.

Hari ini Pak Jokowi kambuh, asuransi yang gagal bayar di eranya Jokowi-Ma’ruf, yang disalahkan justru era Jokowi-JK dan era SBY-Boediono,” kata Andi dalam akun Twitter pribadinya @Andiarief__ Kamis (19/12).

Namun Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono membantah bahwa Jokowi menyalahkan pemerintahan SBY atas kemelut tersebut.

Dini mengatakan Jokowi hanya ingin menyampaikan fakta masalah yang membelit Jiwasraya itu sudah berlangsung lama. Menurutnya, masalah yang sudah lama terjadi itu tentu tak bisa diselesaikan dengan cepat.

“Karena situasinya cukup berat maka tidak realistis kalau dituntut bahwa persoalan ini dapat diselesaikan secara mudah dan seketika,” ujar Dini.

Sumber Berita
CNN
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close