Mantan Aktivis PMII Ini dipercaya Yusril Ihza Mahendra Pimpin PBB Bengkulu

Abadikini.com, JAKARTA – Kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang juga penggagas berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bengkulu Selatan Abdul Hamid dipercaya Prof. Yusril Ihza Mahendra untuk memimpin Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bengkulu periode 2019-2024.

Abadikini berkesempatan mewawancarai Abdul Hamid di DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Sebagai mantan aktivis PMII dan NU Bengkulu Selatan Abdul Hamid menceritakan alasannya memilih berjuang bersama Partai Bulan Bintang dari pada dengan bergabung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Abdul Hamid, di mata masyarakat pada saat reformasi 1998 dulu yang menjadi Icon secara nasional adalah ketum kita yang sekarang bang Yusril Ihza Mahendra. Banyak fans anak-anak muda yang pada zaman itu, zaman reformasi pada saat itu, sangat mencintai beliau, sangat ngefans sama beliau sehingga muncul kader-kader seperti kita.

“Saya termasuk salah satu pada saat itu masih mahasiswa, dan memang, saya dari sekolah tinggi ilmu tarbiyah di Bengkulu, saya salah satu ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bengkulu Selatan periode 1998-2000 dan saya juga kader NU, tetapi saya sangat ngefans dengan bang Yusril Ihza Mahendra sehinga saya coba langkah politik saya untuk disalurkan melalui PBB,” kata anggtota DPRD PBB Kabupaten Kaur periode 2014-2019 ini.

Mantan Ketua DPC PBB Kaur ini menjelaskan, pada saat PKB didirikan dia sempat menjadi pengrus PKB pada tahun 1999-2004 tapi setelah itu dirinya lebih memilih berjuang bersama PBB, Menurutnya, di PBB lebih berpeluang dalam berkiprah di dunia politik. Bahkan kata Abdul Hamid setelah dia pindah ke PBB, sahabat-sahabatnya di PMII yang mengguyon kepadanya bahwa dia ini kader PMII yang dititipkan ke Partai Bulan Bintang untuk berkiprah di politik.

“Karena memang dari silsilah keturunan kita, kita memang banyak mengikut Masyumi, (Demi Allah) termasuk kakek dan nenek saya, itu sebenarnya yang melatar belakangi kenapa saya ambil langkah politik saya melalui PBB dan insya Allah saya tidak akan pernah pindah,” tegasnya.

Lanjut Abdul Hamid menjelaskan, teman-teman di PKB sebenarnya mengharapkan dia untuk kembali, baik itu di tingkat Kabupaten Kaur sampai ke Provinsi, semua pengurus PKB itu pernah menawarkan untuk bergabung, “tetapi saya tetap yakin melalui jalur ini, karena Partai Bulan Bintang ini yang telah memberikan peluang buat saya untuk melanjutkan langkah politik saya di provinsi Bengkulu,” sambungnya.

Abdul Hamid menceritakan pasang surut  PBB di Provinsi Bengkulu

Abdul Hamid menuturkan, PBB Bengkulu sudah banyak melahirkan kader-kader yang cukup militan dimulai pada tahap awal di pemilu 1999 ada tiga kader PBB yang berhasil duduk di DPRD Provinsi Bengkulu dan 10 kader di DPRD Kab/Kota se-Bengkulu.

Namun terang Abdul Hamid, dalam perjalanannya pada pemilu 2004 perolehan kursi PBB turun menjadi 1 kursi di DPRD Provinsi dan 7 di DPRD kab/Kota.

Kemudian lanjutnya menerangkan, pemilu 2009 kursi DPRD Provinsi Hilang tapi di DPRD Kab/Kota kita masih ada 7 kursi. Di pemilu 2014 ya apa boleh buat kita turun dari 7 kursi di kab/kota kita hanya mendapatkan 5 kursi, yaitu 2 kursi di Kabupaten Kaur, 1 kursi di Bengkulu Utara, 1 kursi di Kota Bengkulu dan 1 kursi di Kabupaten Lebong.

“Pada pemilu 2019 ini kita turun lagi dari 5 kursi menjadi 3 kursi yaitu di Kabupaten Kaur itu ada 2 kursi dan di Kabupaten Lebong itu ada 1 kursi,” kata Ketua DPW PBB Provinsi Bengkulu ini.

Untuk itu di periode kepemimpinannya ini, terang Abdul Hamid, sesuai dengan apa yang sudah ditandatangani bersama di DPP pakta integritas untuk memajukan partai, isi dari pakta integritas itu sangat bagus, sehingga kata dia, pakta integritas ini mau tidak mau, suka tidak suka memang harus saya dan pengurus DPW yang baru harus jalankan.

“Ini merupakan amanah yang kita emban yang dititipkan oleh saudara Ketua Umum Prof Yusril Ihza Mahendra bersama Sekjen Ir. Afriansyah Noor secara fakta nanti karena memang pengkaderan yang ada di Bengkulu, kemudian infrastruktur partai yang ada di Bengkulu, kemudian citra di masyarakat Partai Bulan Bintang yang ada di Bengkulu agak kurang, jadi memang harus semua kita benahi,” tuturnya.

Langkah awal yang harus dilakukan kata Abdul Hamid, adalah melakukan pembenahan Infrastruktur partai di tingkat Kab/Kota, kemudian di kecamatan sampai di tingkat Ranting. Dikatakanya, Terdapat 10 kab/kota di Bengkulu, dari 10 itu pada saat ini yang aktif kepengurusannya di 8 Kab/Kota, ada 2 yang memang menjadi tugas DPW nanti untuk membentuk baru.

“Nah 8 DPC ini akan secepat mungkin, sesegera mungkin akan kita lakukan Musyawarah Cabang untuk membenahi infrastrukturnya dan nanti lebih kita titik beratkan pada Pengurus Cabang yang baru untuk membentuk pengurus di tingkat PAC, kemudian sampai ke tingkat Ranting, artinya infrastruktur ini mau tidak mau, suka tidak suka harus kita jalankan dan kita harus memenuhi target kalau bisa semua 100 persen sampai ke tingkat Ranting,” tegasnya.

Istimewa/Abadikini.com

Terkait dengan kantor DPW dan DPC

Abdul Hamid menekankan, sudah menjadi sebuah kewajiban ketika Pengurus Cabang itu sudah terbentuk dan ketua DPC harus mempunyai sekretariat atau kantor, entah itu pinjam pakai, entah itu nyewa, pokoknya kita menititik-beratkan kepada pengurus untuk menyiapkan sekretariat atau kantor.

“Intinya ketua DPC harus bertanggung jawab untuk menyediakan kantor DPC, sama seperti saya, menyiapkan kantor DPW, saya juga harus fasilitasi pengurus DPW ke Cabang-Cabang dalam rangka sosialisasi kegiatan-kegiatan yang ada di DPW.

Wajah baru DPW PBB Bengkulu Periode 2019-2024

Abdul Hamid mengatakan, 60 persen pengurus DPW yang baru diperiode kepemimpinannya rata-rata berusia dibawah 44 tahun, “artinya adalah motivasi atau sebuah support yang memang kita harapkan anak-anak muda ini bisa berkontribusi dalam kancah politik yang ada di Provinsi Bengkulu,” harapnya.

Sementara, kata Abdul Hamid, 30 persen perempuan yang diakomodir menjadi pengurus DPW adalah berusia rata-rata dibawa 40 tahun. Semua kita handel seperti itu. Artinya terang Dia, kita mengharapkan memang ini gerak langkah awal anak-anak muda Bengkulu untuk menghantarkan Partai Bulan Bintang menjadi lebih baik, dan lebih dikenal. “Nantinya anak-anak muda ini yang akan berkontribusi menjadi anggota DPRD atau di kursi eksekutif yang ada di Provinsi dan Kab/Kota yang ada di Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Abdul Hamid Bicara Pilkada Serentak 2020

Menurut Abdul Hamid kedepan, ini ada pilkada 2020, pilkada di Kabupaten Kaur dan Kabupaten Lebong itu kita punya perwakilan di situ, di Kaur ada 2 kursi kemudian di lebong ada 1 kursi.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa kandidat mulai melirik kader-kader yang ada di Partai Bulan Bintang ini, intinya kalau ada peluang dan kesempatan dan berpotensi untuk maju dan menang maka tentunya DPW akan bantu mendorong ke DPP untuk diajukan menjadi Calon Bupati atau Wakil Bupati di dua Kabupaten itu, yakni Kabupaten Kaur dan Lebong, insya Allah,” tutupnya.

Berikut ini setruktur DPW PBB Provinsi Bengkulu periode 2019-2024. Pengurus terdiri dari 17 orang dengan rincian, ketua didampingi 4 wakil Ketua, sekretaris didampingi 4 wakil sekretaris, bendahara didampingi 4 wakil bendahara. Kemudaia Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) dan Ketua Badan Kehormatan Wilayah (BKW).

Ketua DPW  : Abdul Hamid, S.Pd.I

Sekretaris     :Bambang Irawan

Bendahara   : Minharsi, S.Pd

Ketua MPW  : H. Syafrudin Zakaria, Lc

Ketua BKW  : H. Arnaidi Sikumbang, SH., M.Pn.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close