Diamanati Yusril Nakodai PBB Riau, M Saltut: Kerja Politik itu Seperti Semi Militer, Ketika ada Instruksi Kita Siap Laksanakan

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Riau, Muhammad Saltut mengatakan sebagai ketua DPW adalah suatu amanah yang besar bagi dirinya. Menurutnya amanat yang besar ini harus dibarengi dengan kerja-kerja politik yang sungguh-sungguh agar dapat merubah Partainya ke arah yang lebih baik.

hal ini diungkapkannya dalam wawancara ekslusif Abadikini.com nelalui saluran telepon pada, Selasa (17/12/2019).

Menjawab pertanyaan Abadikini.com terkait dirinya terpilih menjadi ketua DPW Provinsi Riau, Muhammad Saltut menyatakan bahwa dirinya bertekat mengembalikan kejayaan Partai Bulan Bintang di Provinsi Riau.
“Amanat yang besar itu kita perlu melaksanakan kerja yang betul-betul agar dapat merubah PBB itu khususnya di Riau, yang tadinya belum berhasil memperoleh, mengantarkan anggota dewan kita baik di Provinsi, Kabupaten maupun di DPR RI, ” ujarnya.

Selain itu, Muhammad Saltut juga mengatakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh peserta Muswil dan ketua umun PBB Yusril Ihza Mahendra beserta Sekjen PBB Afriansyah Noor (Ferry Noor) kepada dirinya harus dilaksanakan sebaik-baiknya agar dapat mengangkat kembali citra PBB, agar ada perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kepercayaan ini harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. karena inikan adalah untuk mengangkat kemali bagaimana PBB, supaya ada perubahan. Perubahan yang lebih baik lagi,” tegas Muhammad Saltut.

Menjawab pertanyaan abadikini terkait program kerja, Muhammad Saltut menjelaskan bahwa dirinya akan bekerja sesuai instruksi DPP. untuk itu, yang pertama, kata Saltut, DPW harus solid, bisa bekerja sama dan satu komando.

Selanjutnya, jelas Saltut, DPW akan segera melaksanakan Musyawarah Cabang di 12 Kab/Kota se-Riau. Kemudian pembentukan Pimpinan Anak Cabang di semua Kecamatan sampai Ranting.

“Bahwa amanat yang besar ini saya harus kerjakan sesuai dengan instruksi DPP. salah satunya adalah bagaimana DPW ini solid, bekerja sama, satu komando. setelah itu kita akan melaksanakan Musyawarah Cabang di 12 Kab/Kota. kemudian juga seletah itu kita akan targetkan lagi pembentukan PAC-PAC. semua inikan memerlukan pikiran, tenaga dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kemudian, pada 2020 DPW Riau akan melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) untuk menggodok rencana kerja Wilayah.

“Kemudian 2020 itu kita akan bagaimana untuk melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah, karenakan program jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek itukan harus kita lakukan,” ungkapnya.

Saat ditanya tanggapannya mengenai Mou yang sudah ditantangani di DPP, Muhammad Saltut mengatakan pertama harus berpikiran positif (positif thinking), yang kedua, menurut Saltut, kerja politik itu seperti semi militer yang artinya kalo ada instruksi harus siap melaksanakan.

“Pertama harus positif thinking, yang kedua, kerja kita inikan semi militer ini, semi militer itu artinya ketika ada instruksi kita siap untuk laksanakan, soal nanti bagaimana nanti kesiapan itu kita kerjakan dulu,” pungkasnya.

Berikut ini susunan pengrus DPW PBB Provinsi Riau Periode 2019-2024. Pengurus berjumlah 17 orang dengan rincian Ketua DPW didampingi 5 wakil ketua, Sekretaris DPW didampingi 5 wakil sekretaris Bendahara didampingi 2 wakil bendahara serta Ketua Majelis Pertimbangan Wikayah (MPW) dan Ketua Badan Kehormatan Wilayah (BKW).

Ketua DPW : H. Muhammad Saltut, M.A

Sekretaris : Zul Azhar, S.Pi

Bendahara: Efendi, S.Pi

Ketua MPW: Darwis Tomsya, S.IP

Ketua BKW: Hasrul Jihad Harahap, SH

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close