Median: Elektabilitas Gibran Akan Terdongkrak dengan Program Inovatif dan Tingkatkan Kompetensi

Abadikini.com, JAKARTA – Survei yang digelar Media Survei Nasional (Median) menunjukkan, mayoritas pemilih Gibran Rakabuming Raka pada Pilkada Solo 2020 mendasarkan pilihannya atas faktor sosok Gibran yang dinilai mewakili kaum muda.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam pemaparan hasil surveinya di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

“Tiga alasan responden memilih Gibran adalah karena muda (27,3 persen), karena putra Jokowi (18,5 persen), dan karena melihat sosok Gibran ini sebagai pengusaha kreatif (13 persen),” ujar Rico.

Hasil survei juga menunjukkan, Gibran unggul di kalangan pemilih pemula, yakni pemilih berusia 17-19 tahun dan 20-29 tahun.

Responden berusia 17-19 tahun yang memilih Gibran sebanyak 40 persen. Sementara responden yang berusia 20-29 tahun sebanyak 45,8 persen.

Merujuk pada hasil survei itu, Rico menilai, apabila Gibran ingin elektabilitasnya meningkat, harus ada inovasi program dan kompetensi yang diunggulkan.

“Tidak cukup hanya dengan dianggap muda saja. Tidak cukup hanya dengan dianggap bahwa beliau ini putra Pak Jokowi. Dia harus adu gagasan,” tegas Rico.

“Harus meyakinkan bahwa dia memang bisa mengantarkan Solo lebih baik ketimbang Pak Achmad Purnomo, atau lebih baik ketimbang ayahnya (Jokowi),” tambah dia.

Selain Gibran, nama yang memiliki elektabilitas tinggi pada Pilkada Solo yakni Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo. Berbeda dari Gibran, pemilih Achmad Purnomo dinilai cenderung rasional.

“Yang memilih petahana karena tiga faktor, pertama berpengalaman (42,5 persen), merakyat (8,3 persen), dan alasan belum ada calon lain (6,1 persen),” tutur Rico.

Menurut Rico, dari segi usia, pemilih Achmad Purnomo memang yang tergolong cukup matang.

Tercatat sebanyak 61,5 persen pemilih Achmad berusia 30-39 persen, sebanyak 55,6 persen berusia 40-49 psrsen, sebanyak 37,5 persen berusia 50-59 tahun, dan 54,5 persen berusia 60 tahun ke atas.

Survei Median itu sendiri diketahui digelar pada 3 Desember hingga 9 Desember 2019.

Sampel responden pada survei itu sebanyak 800 orang. Mereka adalah masyarakat Solo yang memiliki hak pilih.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling serta proporsional atas populasi kecamatan dan gender.

Margin of error dalam survei tercatat sebesar lebih kurang 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber Berita
Kompas.com
Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button
Close