Viral! Demi Kontrak Pegawai Honorer di DKI Jakarta Rela Masuk Got, Semua Pihak Terkait Akan Diperiksa

Abadikini.com, JAKARTA – Viral beredar video Pegawai honorer K2 di lingkungan DKI Jakarta disuruh masuk ke dalam got saat perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP). Diketahui, peristiwa itu terjadi di Jelambar, Jakarta Barat.

Sedikitnya 30 pegawai honorer DKI Jakarta harus masuk got sebagai salah satu syarat agar kontrak kerja mereka diperpanjang.

Dalam video yang viral di media sosial, puluhan pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI Jakarta berendam di got yang airnya kotor dan hitam.

Para pegawai honorer pria dan wanita tampak berbaris dalam dua banjar. Mereka berendam di dalam got sambil diawasi petugas yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) PNS.

Para pegawai honorer itu saling memijat bahu secara bergantian, baik pria maupun wanita.

Koordinator Wilayah Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) DKI Jakarta, Nur Baitih membenarkan peristiwa tersebut.

Nur Baitih mengatakan peristiwa itu terjadi di wilayah Jelambar, Jakarta Barat.

Nur mengaku heran kenapa para pegawai honorer K2 dan non-K2 DKI Jakarta sampai harus disuruh berendam di got yang airnya kotor demi perpanjangan kontrak kerja.

Padahal, kata Nur, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 85/SE/2019 tentang Pengadaan Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP), saat perpanjangan kontrak tidak ada lagi tes lapangan atau tes fisik.

Menurut Nur, pegawai honorer DKI Jakarta tidak semuanya bekerja di lapanga. Sebagian dari mereka bekerja sebagai staf administrasi, sehingga tidak selayaknya disamaratakan untuk masuk got.

Lurah Jelambar, Agung Tri Atmojo mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 lalu.

Agung Tri mengaku sudah diperiksa terkait kejadian tersebut. Saat ini, dia tengah menunggu sanksi dari pimpinan.

“Kalau pemeriksaan sudah diperiksa kita semua, mulai dari lurah kemudian panitia. Begitu kejadian, begitu viral, kemudian mereka tim dari tingkat kota dan provinsi langsung turun,” ujar Agung, Sabtu (14/12/2019).

Agung sendiri mengaku tidak ada di lokasi saat peristiwa itu berlangsung. Ia mengetahui peristiwa itu lewat video yang dikirimkan kepadanya hingga akhirnya mendapat teguran.

“Kaget iya, karena kan saya nggak pernah memerintahkan gitu, justru saya melarang hal-hal seperti itu saya sudah larang,” tandas Agung.

Seluruh pihak yang terlibat pun telah diperiksa. Termasuk salah satunya adalah Lurah Jelambar, Agung Triatmojo

“Seluruh Panitia dan dan Lurah selaku kepala unitnya diperiksa Tim Gabungan Inspektorat dan BKD, tingkat provinsi hingga Jakarta Barat,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (14/12/2019).

Dugaan Kelalaian

Nantinya, kata dia, seluruh pihak yang terlibat diperiksa terkait dugaan kelalaian dalam mekanisme tata cara perpanjangan kontak PJLP.

“Hasil pemeriksaan diserahkan ke atasan sesuai dengan PP 53 tahun 2010 tentang Hukum Disiplin PNS,” katanya.

Sumber Berita
Merdeka
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close