Dipercayai Yusril Jadi Ketua DPW PBB NTB, Junaidi Arif: Saya Ingin Kembalikan Kejayaan Partai

Abadikini.com, JAKARTA – Teka-teki siapa yang nakodai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca Musyawarah Wilayah V yang dihadiri Sekjen Afriansyah Noor pada 27 November lalu terjawab sudah.

Jumat, 12 Desember 2019 kemarin saudara H. Junaidi Arif telah menerima SK susunan dan personalia DPW PBB NTB dari DPP dengan nomor SK.PP/029/2019 yang ditandatangani ketua umum Prof. Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen Ir. Afriansyah Noor. Penyerahan SK tersebut diserahkan oleh Ketua DPP Bidang Organisasi Internal merangkap sebagai Kepala Sekretariat DPP PBB Husni Jumat mewakili ketum dan sekjen.

Ketua DPW PBB NTB periode 2019-2024 Junaidi Arif menyampaikan ucapan terimaksih atas kepercayaan yang diberikan ketum dan sekjen untuk menakodai Partai Bulan Bintang Provinsi NTB. Menurut Junaidi, menjadi ketua partai di PBB baginya bukanlah hal yang baru. Junaidi megaku, ia adalah salah satu tokoh pendiri PBB di NTB. Dia juga menceritakan perjalan karir politiknya secara berjenjang mulai dari ketua PAC, ketua DPC, anggota DPRD Kabupaten dua periode serta sekarang menjadi anggota DPRD Provinsi diperiode keduanya.

“Untuk sampai menjadi ketua DPW sekarang ini sesungguhnya sudah banyak jenjang yang saya lalui, pertama saya mulai dari pengurus kecamatan pada tahun 1998, terus ketika pemilu 2004 saya terpilih jadi anggota DPRD salah satu kabupaten di Lombok Barat dan saya jadi wakil ketua di DPC PBB Lombok Barat periode  2004-2009, nah pada saat itu pertama kali saya menjadi anggota DPRD. Di Lombok Barat saya juga pernah jadi ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilu (KAPPU) PBB pada pemilu 2009 yang kini menjadi Badan Pemenagan Pemilu PBB (Bapilu),” ujarnya kepada Abadikini.com saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

“Selanjutnya pada tahun 2009 masuk lagi saya menjadi anggota DPRD dan ada terjadi pemekaran di Lombok Barat dengan Lombok Utara, saya terpilih jadi ketua DPC di Kabupaten pemekaran Lombok barat  tersebu (Lombok Utara),” sambungnya.

Anggota DPRD Provinsi dua periode ini menuturkan, jadi didalam pakta integrita yang telah saya tandatangani itu adalah sebagian yang pernah ia lakukan. Diakuinya ada banyak pengalaman yang telah di lalui dan akan dilakukannya kedpan. Terkait di struktur baru kata Junaidi, Ia banyak mengakomodir kader-kader lama potensial untuk perkuat PBB NTB, yang mana selama ini, menurutnya, tidak diakomodir oleh ketua DPW yang sebelum2nya, begitu juga dengan dirinya.

“Jadi dari pengalaman-pengalaman itu tinggal saya implementasikan kembali di era periode saya ini untuk lima tahun kedepan. Dan kebanyakan di struktur DPW yang baru ini, saya rekrut orang-orang lama, teman-teman lama yang saya liat pada periode-periode kemarin tidak banyak dikasih peran tapi sangat potensial,” jelasnya.

“Termasuk saya juga kemarin, di periode kepengurusan itu saya anggota DPRD Provinsi tapi saya tidak dikasih peran. Nah untuk itu, ibarat saya masukan teman-teman lama ini untuk perkuat DPW PBB NTB kedepan,” tuturnya.

Untuk Itu kedepan, Junaidi menegaskan, akan memperkuatkan lagi semangat yang ada bagaimana mengingatkan kawan-kawan dan rata-rata ketua-ketua DPC-DPC ini adalah para teman-teman lamanya. Junaidi bersyukur, Karena dia berangkat dari awal dimulai dari ketua di kecamatan, ketua PAC, ketua DPC dan sekarang ketua DPW.

“Tinggal kita mengiatkan saja kembali, kalau dievaluasi dari periode kemarin, kedepan harus perbanyak konsolidasi, konsultasi dan silaturrahmi, tiga hal ini kuncinya. Harus ada konsolidasi antara pengurus di DPW dengan pengurus DPC-DPC-nya, terus konsultasi bagaimana sih kita melihat perkembangan teman-teman di CPC, kita konsultasilah, kalau disitu masih kurang semangat bagaimana kita berikan motivasi. Kadang-kadang inikan peran di DPW lain, peran di DPC lain maka sekarang kita sinergikan itu disemua tingkatan partai. Kemudian kunci terakhir adalah perbanyak Silaturrahmi di internal dan di eksternal,” tegasnya.

Terkait dengan pembenahan Infrastrukur partai di NTB, Junaidi menuturkan, animo teman-teman DPC sangat tinggi dan bersemangat dalam bulan Desember ini  7 DPC dari 10 Kab/Kota se-NTB sudah menginfokan akan mengadakan Musyawarah Cabang. Junaidi menargetkan lebih cepat lebih bagus dalam penuntasan infrastruktur partai di semua tingkatan, DPC, PAC dan Ranting.

“Bahkan, belun saya pegang SK ini kawan-kaan sudah manggil saya ketua DPW, jadi kapan ketua DPW yang baru ini menghadiri Muscab?, dari 10 Kab/Kota itu 7 DPC sudah menyatakan siap melaksanak Muscab bahkan tanggal dan harinya sudah ditentukan, begitu, saking semangat mereka. dan saya diminta untuk hadir. Makanya targetkan saya lebih cepat lebih baik” tutur Junaidi.

Junaidi menambahkan, Motivasinya dalam pengurus partai, ingin kembalikan kejayaan PBB seperti di tahun 2004-2009 distiap dapil PBB meraih kursi DPRD Provinsi dan Kab/Kota, bahkan juga satu kursi DPR RI bapak Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

“Motivasi saya mengurus partai ini, saya pingin supaya kembali ke kejayaan dulu, dulu kita di DPRD Provinsi sampai 6 orang , itu ada 6 dapil kita dapat 6 kursi. Nah sekarang ini ada 8 dapil saya bercita-cita, saya pingin ada 8 kursi di setiap dapil itu terisi,” tegasnya menambahkan.

“Sekarang 8 dapil, dulu waktu 6 dapil kita dapat 6 kursi serta satu kursi DPR RI di tahun 2004 pak Tuan Guru Bajang (TGB) jadi itulah motivasi saya,” puskas Junaidi.

Diketahui, Pengurus DPW PBB Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2019-2024 sebanyak 17 orang dengan struktur, Ketua dan didampingi 5 wakil ketua. Sekteraris dan didampingi 5 wakil sekretaris. Bendahara dan didampingi 2 wakil bendahara, serta Ketua Majelis Pertimbngan Wilayah (MPW) dan Ketua Badan Kehormatan Wilayah (BKW).

Ketua: H. Junaidi Arif, SP

Sekretaris: H. Burhanudin, S.Ap

Bendahara: H. Zulkarnaen, SE, MM

Ketua MPW: H.L. Moh. Syamsir, SH

Ketua BKW: Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close