Pelajaran Politik dari Yusril Ihza Mahendra di Pilpres 2019

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Jokowi sudah beberapa kali mengumumkan nama-nama orang yang akan membantunya dalam menjalankan pemerintahan lima tahun ke depan. Dari menteri, wakil menteri, hingga staf khusus, nama-namanya sudah diumumkan dengan cara-cara yang unik.

Nah, dari berbagai pengumuman tersebut, tak sekalipun nama Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra  disebut. Padahal, kalau melihat kiprahnya pada Pilpres 2019 lalu, Pak Yusril ini bisa dibilang cukup berjasa kepada Pak Jokowi.

Pak Yusril ini masuk ke tim hukum Jokowi-Ma’ruf pada pesta demokrasi beberapa waktu lalu. Secara khusus, Pak Yusril ini mengomandoi tim hukum pasangan calon tersebut ketika menghadapi gugatan dari kompetitornya, Prabowo-Sandi di sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga: Tak Dapat Jabatan, Yusril dan PBB Tetap Loyal ke Jokowi

Sayangnya, meski beragam langkah tersebut, Pak Yusril masih juga belum mendapatkan kursi. Padahal, partai lain seperti PKPI, PSI, dan Perindo yang sama-sama tak lolos ke parlemen, sudah mendapatkan setidaknya satu posisi. Kok, Pak Yusril dan PBB masih belum dapat juga?

Tidak hanya itu loh, Partai Gerindra dan Pak Prabowo Subianto yang sudah jelas habis-habisan lawan Pak Jokowi di Pilpres 2019 kemudian kalah saja kebagian jatah 2 Menteri. Ketum Gerindra Prabowo Subianto jadi Menteri Pertahanan (Menhan) dan Edhy Prabowo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Eits, ternyata perkara jabatan ini mungkin tak jadi masalah buat Pak Yusril. Kalau kata mantan Mensesneg ini, dirinya dan partainya tetap mendukung pemerintahan Pak Jokowi dan juga Kiai Ma’ruf. Masih kata Pak Yusril, meraup kursi kabinet bukanlah target utama.

Wah, sebuah langkah yang tak biasa dari politisi. Biasanya kan, elite politik suka berteriak kalau gak kebagian jabatan. Bisa dibilang, Pak Yusril ini mungkin sosok yang setia kepada Jokowi meski tak mendapatkan imbalan yang super istimewa.

Kesetiaan Pak Yusril ini mungkin mengingatkan orang ke kisah Severus Snape di serial novel dan film Harry Potter. Snape ini kan dulu sempat berada di sisi lawan di serial tersebut ketika bergabung dengan Pelahap Maut atau Death Eaters.

Meski demikian, di ujung kisah, Snape justru memihak kubu Dumbledore untuk melawan Dumbledore dan Pelahap Maut. Snape justru bisa dianggap sangat setia kepada Dumbledore sampai akhirnya harus kehilangan nyawa.

Nah, Pak Yusril ini juga kan sebelumnya berada di kubu lawannya Pak Jokowi, tapi kemudian justru memihak Pak Jokowi dan kemudian bersetia meski tak mendapatkan jabatan.

Kita tunggu aja nih, kisah kesetiaan Pak Yusril ini akan seperti apa nantinya. Tapi, mungkin kesetiaan ini akan berlipat-lipat ganda bentuknya, kalau Pak Jokowi memberikan kursi kepada Pak Yusril. Sampai sekarang kan, kursi Wantimpres masih belum diumumkan atau juga mungkin jabatan strategis lainya, mungkinkah  Pak Yusril akhirnya akan kebagian?

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close