Trending Topik

Muhammadiyah Berpendapat Metode Ceramah Jafar Shodiq adalah Keliru

Abadikini.com, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau para mubalig untuk meninggalkan metode atau materi dakwah yang bersifat hujatan. Imbauan tersebut disampaikan menanggapi kasus ceramah ‘Habib’ Jafar Shodiq yang menghina Wapres Ma’ruf Amin.

“Islam mengajarkan agar dalam kehidupan sehari-hari, terutama kalau berdakwah, harus menggunakan kata-kata yang mulia dan disampaikan dengan penuh kesantunan dan hormat. Para dai dan mubalig sudah seharusnya meninggalkan metode dan materi dakwah yang menghujat atau menyerang pihak lain,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Abdul menilai tindakan polisi memproses hukum Jafar udah tepat jika dilengkapi bukti-bukti kuat. Abdul juga setuju jika tindakan Jafar dikategorikan sebagai perbuatan pidana.

“Apabila memang ada bukti-bukti yang kuat, secara hukum tindakan polisi sudah tepat. Mengatakan seseorang dengan sebutan binatang dapat dikategorikan sebagai perbuatan kriminal. Dalam konteks dakwah Islam, mengatakan seseorang dengan laqab binatang juga sangat tidak sesuai,” ujar Abdul.

Dia menegaskan semua warga negara berkedudukan sama di mata hukum tanpa melihat status sosialnya. Abdul berpendapat tindakan polisi terhadap Jafar bukan kriminalisasi.

“Di dalam negara hukum, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama, semua harus mematuhi hukum. Jadi siapapun yang melanggar harus ditindak sesuai hukum. Tindakan polisi bukan kriminalisasi,” ucap dia.

Senada dengan Abdul, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan seorang penceramah tak boleh menyamakan manusia dengan binatang dalam konteks buruk. PP Muhammadiyah menuturkan perilaku tersebut dilarang agama.

“Jadi memang tidak diperkenankan kita menyebut manusia dengan binatang atau menyebut nama jelek untuk seseorang, apakah itu orang biasa atau lebih-lebih orang-orang terhormat seperti Kiai Haji Ma’ruf (Wapres Ma’ruf Amin), seorang ulama,” kata Dadang Kahmad kepada wartawan, Kamis (5/12) malam.

Dadang menuturkan seorang peceramah harus bicara dengan santun dan ramah. “Jangan emosional lalu menghina orang, merendahkan orang, itu dilarang agama kita. Saya tidak mendukung siapa-siapa,” ujar Dadang.

Dadang kemudian mengingatkan setiap perilaku manusia memiliki konsekuensi. Oleh sebab itu, lanjut dia, setiap ucapan dan perbuatan harus dipikirkan baik-baik dampaknya.

“Saya kira setiap apapun yang kita ucapkan, lakukan, praktikkan itu mengandung konsekuensi-konsekuensi. Kalau kita bicara yang baik, mungkin akan baik juga. Kalau kita bicara yang jelek, mungkin akan jelek juga. Jadi tidak hanya di dunia, di akhirat pun sama, akan menerima konsekuensi-konsekuensi,” tutur dia.

Terakhir, Dadang menjelaskan Muhammadiyah memiliki tiga prinsip dakwah yakni menggunakan kata-kata yang bermakna baik, berisi nasihat-nasihat baik dan komunikatif semisal dalam bentuk diskusi atau dialog.

“Kita menyerukan bahwa dakwah itu dengan kata-kata yang bagus, dengan nasihat-nasihat yang baik, dengan diskusi-diskusi. Kalau di Muhammadiyah itu dengan cara-cara mungkin dengan mendirikan sekolah sebagai layanan pendidikan, dengan layanan kesehatan seperti rumah sakit,” jelas Dadang.

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang beredar luas di media sosial, Jafar Shodiq awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Jafar menuturkan ada seseorang yang belajar ilmu agama namun ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia. Atas hal itu, menurut Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut menjadi babi.

Jafar mengatakan Nabi Musa kaget dengan hal itu dan berdoa kepada Allah agar mengembalikan babi tersebut menjadi manusia. Barulah Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma’ruf Amin.

Sebelumnya diberitakan, dalam video yang beredar luas di media sosial, Jafar Shodiq awalnya berbicara mengenai sebuah riwayat pada zaman Nabi Musa. Jafar menuturkan ada seseorang yang belajar ilmu agama namun ilmu tersebut digunakan untuk mengejar urusan dunia. Atas hal itu, menurut Jafar, Allah SWT menjadikan orang tersebut menjadi babi.

Jafar mengatakan Nabi Musa kaget dengan hal itu dan berdoa kepada Allah agar mengembalikan babi tersebut menjadi manusia. Barulah Jafar menyinggung ustaz-ustaz bayaran di era sekarang. Dia juga bertanya kepada jemaah mengenai sosok Ma’ruf Amin.

“Maka kalau ada zaman ustaz-ustaz sekarang andai kata ada ustaz-ustaz bayaran, ada ustaz-ustaz target yang di zaman Nabi Muhammad SAW, hidup di zaman Nabi Musa AS sudah berubah menjadi seekor babi,” ujar Jafar.

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? (Dijawab jemaah: babi). Apa? (babi). Apa? (babi). Saya tanya Maruf Amin babi bukan? (Dijawab jemaah: babi). Babi bukan? (babi),” kata Jafar disambut teriakan jemaah

Jafar Shodiq sendiri sudah ditangkap oleh Bareskrim Polri pada Kamis (5/12) dini hari. Polisi menetapkan dia sebagai tersangka.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close