Pengamat Ini Sebut Penempatan Ahok di Pertamina untuk Ganyang Mafia Migas

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

“Basuki Tjahaja Purnama Komisaris Utama di Pertamina. Didampingi oleh pak Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama di Pertamina,” ujarnya, Jumat (22/11).

Pengamat Energi UGM Fahmy Radhi menilai penetapan Ahok sebagai Komut Pertamina, bukan sebagai Dirut Pertamina sudah tepat. Ia hanya menggarisbawahi penetapan Wamen ESDM Budi Gunadi Sadikin (BGS) menjadi Wakil Komut Pertamina yang mendampingi Ahok.

“Di satu sisi, BGS sebagai Wamen BUMN yang seharusnya mengawasi komisaris. Malah menjadi wakil Ahok. Dalam struktur manajemen agak anomali,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (27/11).

Namun, Fahmy lebih menitikberatkan tantangan utama Ahok sebagai Komut yang dinilai tidak dapat mengeksekusi perbaikan yang harus dilakukan, kecuali melalui direksi. Pun begitu, Ahok diharapkan dapat melecut direksi untuk jalankan perbaikan di Pertamina.

“Termasuk mengganyang mafia migas beserta sekutu internal,” imbuhnya.

Fahmy memaparkan ada empat pekerjaan rumah Ahok sebagai direksi Pertamina seperti yang diharapkan Jokowi, yakni menaikkan ekspor dan menurunkan impor migas. Pertama, meningkatkan investasi untuk pengguna high technology dalam eksplorasi dan eksploitasi migas untuk menaikkan produksi migas.

Kedua, Ahok harus menyelesaikan pembangunan kilang minyak untuk menurunkan impor BBM.

“Kalau tidak kunjung mendapatkan investor, Pertamina dapat membiayai global bond. Maka, dalam konteks inilah pergantian Direktur Keuangan cukup penting,” ujar Fahmy.

Ketiga, mempercepat pengembangan EBT, dari B20 ke B30 dilanjut B100 untuk menurunkan impor solar dan avtur. Keempat, secara sistemik dan terus menerus memaksa direksi memberantas mafia migas dan oknum internal yang menjadi sekutu,

Kelima, pertemuan dengan serikat pekerja tidak mendesak tapi perlu dilakukan.

“Pasalnya, SP tampaknya sudah bisa menerima Ahok sebagai Komut, bukan Dirut Pertamina,” ujarnya.

Fahmy menambahkan terkait penunjukan Condro Kirono, mantan Komisaris Jenderal Polisi sebagai Komisaris Pertamina juga sangat tepat. Dia melihat kemampuan CK dalam penyelidikan dan penyidikan akan sangat bermanfaat dalam menghabisi mafia migas, yang masih bergentayangan.

“Hampir semua fraud di Pertamina melibatkan mafia migas yang bersekutu dengan oknum internal, seperti yang terjadi pada petral,” papar Fahmy.

Selain Ahok, Erick Thohir pun menunjuk Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Posisi Emma sebelumnya merupakan Direktur Utama Telkomsel.

Editor
CNN
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close