Ini Keutamaan Membaca Surat Yasin di Malam Jumat

Abadikini.com – Malam Jumat dan Jumat merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Islam. Oleh karena itu setiap Muslim berlomba-lomba mengamalkan amalan sunah di waktu ini.

Salah satu amalan sunah yang kerap dilakukan umat Muslim pada malam Jumat, menurut hadits Syaikh al-Manawi, yakni membaca surat Yasin:

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

“Barangsiapa membaca surat Yasin dan Shaffat di malam Jumat, maka Allah memberikan kepadanya permintaannya.” (HR. Abu Dawud dari Ibn Abbas. Abdurrauf al-Munawi)

Selain itu, ada beberapa hadis yang menjelaskan mengenai keutamaan membaca surat Yasin:

“Dari Ma’qil bin Yasar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Surat al-Baqarah adalah puncak keutamaan Alquran, setiap ayatnya disertai delapan puluh malaikat, dan Ayatul Kursi dikeluarkan dari bawah ‘Arasy lalu bergabung bersamanya atau bergabung dengan surat al-Baqarah, sedangkan Yasin adalah inti Alquran tidaklah seseorang membacanya semata-mata karena menginginkan ridha Allah dan akhirat melainkan ia akan diampuni, dan bacakanlah ia untuk orang-orang yang meninggal di antara kalian.” (HR. Ahmad).

Lebih lanjut mengenai amalan sunahini, dari Anas r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

لكل شىء قلب وإن قلب القرآن و يس ، . ومن قرأ ديس ، كتب له بقراءته قراءة القرآن عشر مرات

“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki inti dan inti aLQURAN adalah Yasin, barangsiapa yang membaca surat Yasin, maka Allah menuliskan baginya dikarenakan membacanya, pahala membacanya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)

Dari Anas r.a. berkata: Rasulullah Saw. bersabda:

من قرأ يس ابتغاء وجه الله غفر الله له

“Barangsiapa yang membaca Yasin pada suatu malam hanya karena Allah, maka ia akan diampuni.” (HR. Ibnu Hibban)

Sementara itu pada hari Jumat, amalan sunah yang sangat dianjurkan adalah membaca Surat Al-Kahfi, sebagaimana hadis:

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بينه وبين البيت العتيق

“Barangsiapa membaca Surat al-Kahfi di hari Jumat, maka Allah menerangi cahaya antara orang tersebut dengan Ka’bah.” (HR. al-Baihaqi. Sanadnya Shahih).

Demikian dilansir dari laman Pesantren Tebuireng sebagaimana ditulis Izza el-Mufidati, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al Urwatul Wutsqo (STIT-UW) Jombang.

Topik Berita
Back to top button
Close