Dua Siswa SMP di Batam Dikeluarkan Karena Tak Mau Hormat Bendera dan Nyanyikan Indonesia Raya

Abadikini.com – Dua siswa SMP Negeri 21 Batam yang dikeluarkan karena tidak mau menghormat Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Batam.

“Itu rasa nasionalisme perlu dipupuk, karena kita warga negara Indonesia,” kata Utusan Sarumaha, anggota Komisi I DPRD Batam, Rabu (27/11/2019).

Ia menjelaskan, menghormat kepada Bendera Merah Putih merupakan salah satu penghormatan terhadap pendiri bangsa ataupun pahlawan yang gugur mempertahankan NKRI. Karena saat ini mengisi kemerdekaan bukan lagi dengan cara berperang.

Diketahui kedua pelajar tersebut menganut agama Saksi Yehuwa dan dalam pemahamannya tidak diajurkan untuk menghormat bendera dengan tangan, cukup dengan hati dan jiwa.

Terkait hal ini, Utusan juga menilai pemerintah harus mengkaji kembali aliran kepercayaan tersebut. “Jika aliran kepercayaan tertentu itu mengganggu nasionalisme, saya rasa perlu dikaji aliran kepercayaan tersebut,” ujarnya.

Utusan juga menekankan, negara Indonesia merupakan negara hukum, dan tentu segala pedoman dalam bernegara berdasarkan atas hukum. Selain itu, dalam permasalahan ini, orangtua sangat berperan aktif karena dari sini ketahuan bagaimana orangtua mendidik anak-anaknya.

“Tentu orangtua berperan di sini, bagaimana caranya mendidik anak-anak mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan menyampaikan keputusan untuk mengeluarkan kedua pelajar tersebut merupakan keputusan bersama dengan stakeholder terkait.

Menurutnya, jika tidak dikeluarkan, maka keduanya juga terancam tinggal kelas karena pada pelajaran pendidikan kewarganegaan (PKn) memperoleh nilai jelek. “Jadi percuma nanti di sekolah, kalau tinggal kelas terus, makanya diputuskan untuk dikeluarkan,” tegas Arulan, saat ditemui di Gedung DPRD Batam.

Selanjutnya, kedua pelajar tersebut akan diarahkan untuk menjalani pendidikan non formal ataupun bisa mengambil paket.

 

Orang Tua Siswa : Itu Iman Kami

Di lain pihak, Herlina, orang tua salah satu siswa SMP yang akan dikeluarkan dari sekolah karena tak mau hormat bendera merah putih, mengatakan kaget saat mendengar kabar tersebut.

“Dulu anak saya di SD Swasta Tirunas tidak pernah dipermasalahkan seperti ini,” kata Herlina saat ditemui di rumahnya pada Rabu, (27/11/2019).

Ia menuturkan anaknya pun masuk ke SMP Negeri 21 karena mendapat rekomendasi dari kepercayaan yang ia anut. “Kami sudah ada sertifikat agama, makanya kok sekarang baru bermasalah,” kata dia.

Herlina mengatakan sudah bertemu dengan sekolah. Dalam pertemuan itu, kata dia, sekolah memberikan pemahaman bahwa anaknya harus mengikuti aturan di sekolah sesuai undang-undang. Salah satunya, soal hormat bendera ketika upacara, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Kami bilang itu iman anak kami, kami juga paham undang-undang, kami sudah sampaikan seperti itu tetapi mereka tidak mau merespon kami,” kata dia.

Herlina membenarkan anaknya tidak mau mengikuti aturan itu. Tetapi, ia menegaskan, anaknya tetap menghormati proses upacara dengan cara berdiri tegap. “Jadi mereka respek gitu, ikut tegap,” kata dia.

Herlina mengatakan dalam ajaran pemahaman kepercayaannya hormat kepada bendera adalah menyembah. “Bagaimana lagi, itu memang hati nurani anak kami yang dilatih dengan alkitab, kami sebagai orang tua mengajarkan sesuatu kebenaran terhadap anak kami,” kata dia.

Ia mengatakan sekolah memberikan waktu sampai tanggal 25 November 2019 untuk memikirkan ulang untuk mengambil keputusan yaitu mengundurkan diri atau tetap sekolah tetapi mengikuti peraturan yang ada. “Dan kami sudah kasih jawaban tidak mengundurkan diri,” kata dia.

Herlina menjelaskan, bahwa dalam kitabnya terkait hormat mengangkat tangan adalah melakukan penyembahan. “Ya hormat kami dengan tidak melanggar iman kami, jadi anak-anak kami seperti itu mereka respek berdiri tegap,” katanya.

Sampai saat ini Herlina masih menunggu keputusan resmi dari pihak sekolah untuk dikeluarkan. Selagi belum ada surat dari sekolah anaknya tetap akan mengikuti pelajaran di sekolah. “Karena itu tempat yang dekat dari rumah kami. Kami berharap anak kami tetap sekolah,” kata dia.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close